Tampilkan postingan dengan label daun muda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label daun muda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 05 September 2013

Cerita dewasa ngesex dengan gadis berjilbab

tempik tembem


 Cerita dewasa ngesex dengan gadis berjilbab

Nasib itu ada di tangan Tuhan. Seringkali aku memikirkan kalimat ini. Rasanya ada benarnya juga. Tapi apakah ini nasib yg digariskan Tuhan aku tidak tau mungkin lebih tepat ini adalah godaan dari setan. Seperti pagi ini ketika di dalam bus menuju ke kantor aku duduk di sebelah cewek cantik dengan jilbab dengan tinggi 150 cm, umur sekitar 27 tahun, bertubuh sekal dan berkulit putih (keliatan dari kulit wajah dan telapak tangannya). Mula-mula aku tidak perduli karena hobiku untuk tidur di bis sangat kuat namun hobi itu lenyap seketika ketika cewek berjilbab di sebelahku menarik tas dipangkuannya untuk mengambil hp-nya yg berdering. Sepasang paha montok tercetak jelas dari rok biru tua panjang nan ketat yang dipakainya. Pemandangan itu cukup menarik sehingga menggugah seleraku menjadi bangkit. Aku lantas mencari akal bagaimana memancing percakapan dan mencari informasi. Sepertinya sudah alamnya ketika kita kepepet seringkali ada ide yg keluar. Saat itu setelah dia selesai menelefon tiba-tiba mulutku sudah meluncur ucapan ,"Wachhh... hobinya sama juga yach !". Sejenak dia memandangku bingung, mungkin berpikir orang ini sok akrab banget sich."Hobi apaan ?" tanyanya. "Itu nitip absen", sahutku dan dia tertawa kecil. "Tau aja kamu. Dasar tukang nguping", sahutnya.Akhirnya obrolan bergulir. Selama percakapan aku tidak menanyakan nama, pekerjaan maupun teleponnya, tapi lebih banyak cerita lucu. Sampai akhirnya dia ngomong "kamu lucu juga yach.., nggak kaya cowok yang laen.""Maksud kamu ?" tanyaku lagi."Biasanya mereka baru ngobrol sebentar udah nanya nama terus minta nomor telepon." Setelah itu kami saling berkenalan. Perempuan muda berjilbab bernama Siti Fathiya, biasa dipanggil Tia. Obrolan terus berlanjut sampe dia turun di Thamrin dan aku terus ke kota. Dua hari kemudian aku bertemu dia lagi. Cewek manis berjilbab itu menghampiriku dan duduk disebelahku sambil bercerita bahwa teman-temannya penasaran karena dia hari itu punya banyak cerita konyol. Pagi itu kami menjadi lebih akrab. Sambil bercanda tiba-tiba dia berkata :"Kamu pasti suka maen cewek yach, soalnya kamu jago ngobrol banget. Pasti banyak cewek di bis ini yang kamu pacarin."Sumpah mati aku kaget sekali denger omongan dia. Kayanya maksud aku buat kencan ama dia udah ketauan. Akhirnya karena udah nanggung aku ceritain aja ke dia kalo aku sudah beristri dan punya anak. Ech rupanya dia biasa aja, justru aku yang jadi kaget karena ternyata dia sudah nggak perawan lagi karena pernah MBA waktu lulus sekolah dulu. Sekarang dia sudah bercerai. Wuichhh, nggak nyangka banget kalo doi ternyata janda muda. Selanjutnya sudah bisa ditebak. Obrolan sudah lebih ringan arahnya. Akupun mulai memancing obrolan ke arah yang menjurus sex. Keakraban dan keterbukaan ke arah sex sudah di depan mata. Sampai suatu sore setelah dua bulan perkenalan, kami janjian pulang bareng. Hari itu dia mengenakan jilbab merah muda sewarna dengan hem dan rok panjangnya. Posisi duduk kami sudah akrab dan menempel. Bahkan Tia tidak sungkan lagi mencubit aku setiap dia menahan tawa atau tidak tahan aku goda. Beberapa kali ketika dia mencubit aku tahan tangannya dan dia tampaknya tidak keberatan ketika akhirnya tangan kirinya aku tumpangkan di pahaku dan aku elus-elus lengannya yang tertutup hem lengan panjangnya sambil terus ngobrol. Akhirnya dia sadar dan berbisik, "Wachh, kok betah banget ngelus tanganku, entar lengan bajuku jadi kusut lho. "Habis gemes ngeliat muka manis kamu, apalagi bibir tipis kamu," sahutku sambil nyengir. "Dasar gila kamu," katanya sambil menyubit pahaku.Serrrrrr..., pahaku berdesir dan si junior langsung bergerak memanjang. Aku lihat bangku sekelilingku sudah kosong sementara suasana gelap malam membuat suasana di dalam bis agak remang-remang. Aku angkat tangan kirinya dan aku kecup lembut punggung jarinya. Janda muda berjilbab itu hanya tersenyum dan mempererat genggaman tangannya. Akhhhhh... sudah ada lampu hijau pikirku. Akhirnya aku teruskan ciuman pada punggung jarinya menjadi gigitan kecil dan hisapan lembut dan kuat pada ujung jarinya. Tampaknya dia menikmati sensasi hisapan di jarinya. Wajahnya yang dihiasi jilbab itu tampak sendu terlihat cantik sekali. Dan akhirnya dia menyender ke samping pundakku. Ketika bis memasuki jalan tol, aktivitas kami meningkat. Tangan kananku sudah mengusap payudaranya yang putih berukuran 36 B dari luar kemeja merah mudanya. Terasa padat dan kenyal. Lalu perlahan jemariku membuka kancing kemejanya satu persatu dan menyusup kedalam BH miliknya. Putingnya semakin lama semakin mengeras dan terasa bertambah panjang beberapa mili. Sementara itu tangannya juga tidak tinggal diam mulai mengelus-ngelus penisku dari luar. Setelah beberapa menit kemudian tiba-tiba sikapnya berubah menjadi liar dan agresif. Dia tarik ritsletingku dan terus merogoh dan meremas penisku yang sudah tegang. Tanganku yang di dada ditarik dan diarah kan ke selangkangannya. Aku tidak dapat berbuat banyak karena posisinya tidak menguntungkan sehingga hanya bisa mengelus paha dari luar rok panjangnya saja. Aktifitas kami terhenti kala hampir tiba di tujuan. Dan dengan nafas yang masih tersengal-sengal menahan birahi kami merapikan pakaian masing- masing. Turun dari bis aku bilang mau anter dia sampai dekat rumahnya. Aku tau kita bakal melewati pinggir jalan tol. Daerah itu sepi dan aku sudah merencanakan untuk menyalurkan hasratku di daerah itu. Tampaknya janda muda berjilbab itu juga memiliki hasrat yang sama. Ketika berjalan, tangan kirikuku merangkul sambil mengelus payudaranya dari luar hem merah muda lengan panjang yang dikenakannya. Dan ketika kita melewati jalan yang sepi tersebut secepat kilat tangan kananku meraih kepalanya yang dibalut jilbab merah muda model modis dan langsung mencium dan melumat bibir tipisnya itu. Dengan cepat pula cewek berjilbab itu menyambut bibirku, menghisap dan menyedotnya. Tangannya langsung beraksi menurunkan ritsleting celanaku dan aku sendiri langsung mengangkat rok panjang model ketat miliknya. Rrrretttttt... aku tarik kasar cdnya..., jariku langsung menyelusup masuk ke vaginanya terasa hangat dan licin. Rupanya dia sangat terangsang sejak di bis tadi . Di tengah deru nafasnya Tia berdesah : "Ayo mas... masukin aja... aku kepengen banget nech. Hhhhhh...""Sebentar sayang", sahutku, "Kita cari tempat yang aman."Aku tarik dia melewati pagar pengaman tol dan ditengah rimbun pohon aku senderkan dia dan setelah menarik rok panjang model ketatnya itu sampai sepinggang Lalu buru-buru kuloloskan celana dalamnya kemudian kuangkat kaki kanannya. Sengaja celana dalamnya kusangkutkan di pergelangan kakai kanan yang kuangkat itu biar celana dalamnya tidak kotor menyentuh tanah. Dengan bernafsu aku buka celanaku dan megarahkan penisku ke vaginanya tapi cukup sulit juga. Akhirnya dia menuntun penisku memasuki vaginanya. ? Emmhhh...!?, kepala janda muda berjilbab merah muda itu mendongak sembari melenguh tatkala ujung penisku mulai penetrasi kedalam vaginanya. Luar biasa, itulah sensasi yang aku rasakan ketika penisku mulai menyeruak memasuki vaginanya yang sudah dibasahi cairan nafsu. Ditengah deru mobil yang melintasi jalan tol aku memompa pantatku dengan gerakan pelan dan menghentak pada saat mencapai pangkal penisku. Tia menyambut dengan menggigit pundakku setiap aku menghentak penisku masuk kedalam vaginanya. "Ooochhhh... auchhhh... Masssss... oochhh...", desahnya. Birahi dan ketegangan bercampur aduk dalam hatiku ketika terdengar suara orang melintasi jalan dibalik pagar. Namun lokasi kami cukup aman karena gelapnya malam dan terlindung pohon yang cukup lebat. Bahkan mungkin orang yang berjalan itu tidak akan berpikir ada sepasang manusia yang cukup gila untuk ber cinta di pinggir jalan tol tersebut. "Gantian mas... aku cape", katanya. Aku lantas duduk menyandar dan perempuan muda berjilbab merah muda itu memegang rok panjang yang kusingkap tadi agar tidak jatuh kebawah. Kemudian Tia mulai berjongkok mengarahkan vaginanya. Ketika penisku kembali menyeruak diantara daging lembut vaginanya yang sudah licin, sensasi itu kembali menerpa diriku. Sambil memegang bahuku, dia mulai menekan pantatnya dan menggerakan pinggulnya dengan cara menggesek perlahan, maju mundur sambil sesekali memutar. Kenikmatan itu kembali mendera dan semakin tinggi intensitasnya ketika aku membantu dengan menekan keatas pinggulku sambil menarik pantatnya. Desahan suaranya makin keras setiap kali kemaluan kami bergesekan, "uchhhhh... ssshhh... uchhhhh...". Mataku sendiri terpejam menikmati rasa yang tercipta dari pergesekan bulu kemaluan kami sambil terus menggerakkan pinggul mengimbangi gerakannya."Terus sayang... ayo terus", desahku. Keringat sudah membasahi punggungnya dan gerakan kami sudah mulai melambat namun tekanan semakin ditingkatkan untuk mengimbangi rasa nikmat yang menjalar disekujur tubuh kami dan terus bergerak ke arah pinggul kami, berkumpul dan berpusar di ujung kemaluan kami. Berdenyut dan ujung penisku mulai siap meledak, sementara perempuan berjilbab ini mulai mengerang sambil menjepitkan vaginanya lebih keras lagi. "Hegghhhhhh... hhhegghhhh... heghhh... terus mas... sodok... sodok terussss... mas... yachhh... disitu... terus... terussss... ooocchhhhhhh ", dengan desahan panjang sambil mendongakkan kepalanya yang terbungkus jilbab, Tia menekan dan menjepit keras penisku sementara vaginanya terus berdenyut- denyut. ? Mass...mmhh...oouuccchh...?, pekiknya tertahan sembari menundukkan kepalanya yang berjilbab itu tatkala mencapai puncaknya. Aku hanya bisa terdiam sambil memeluk tubuhnya menunggu dia selesai orgasme. Ketika jepitannya mulai mengendur aku langsung bereaksi meneruskan rasa yang tertunda itu, tanpa basa basi rasa nikmat itu mulai menerjang kembali, berkumpul dan meledak menyemburkan cairan kenikmatanku ke dalam vaginanya. Aku sodokan penisku sambil menekan pinggulnya sementara kakiku mengejang menikmati aliran rasa yang menerjang keluar dari tubuhku itu. Setelah beristirahat beberapa menit kami saling memandang... akhirnya tersenyum dan tertawa."Kamu memang bener-bener gila, tapi jujur aku sangat menyukai bercinta dengan cara seperti ini. Aku belum pernah senikmat ini bercinta." akunya. "He.. he.. he.. sama donk", kataku sambil mengecup bibir sang janda muda berjilbab yang tipis itu sementara kemaluanku mulai mengendur di dalam vaginanya. Setelah itu kami merapikan pakaian masing dan berjanji untuk mengarungi kenikmatan seks ini untuk hari-hari mendatang

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.

pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.

Kamis, 22 Agustus 2013

Cerita Seks-ML Sama Pacar Kakakku Sendiri

 Cerita Seks-ML Sama Pacar Kakakku Sendiri

Cerita Seks ini terjadi karena saat hari itu aku sendirian dirumah tanpa seorangpun. Mama, papa dan kakakku cewek sedang pergi kerumah nenek yang katanya sakit. Iseng-iseng karena aq sendirian dirumah akhirnya aq memilih untuk melihat film bokep.

Begitu aku nyalain di layar TV terpampang sepasang bule yang sedang saling mencumbu. Pertama mereka saling berciuman, kemudian satu persatu pakaian yang melekat mereka lepas. Si cowok mulai menciumi leher ceweknya, kemudian turun ke payudara. Si cewek tampak menggeliat menahan nafsu yang membara. Sesaat kemudian si cowok mejilati vaginanya terutama di bagian klitorisnya. Si cewek merintih-rintih keenakan. Selanjutnya gantian si cewek yang mengulum penis si cowok yang sudah ereksi. Setelah beberapa saat sepertinya mereka tak tahan lagi, lalu si cowok memasukkan penisnya ke vagina cewek bule tadi dan langsung disodok-sodokin dengan gencar. Sejurus kemudian mereka berdua orgasme. Si cowok langsung mencabut rudalnya dari vagina kemudian mengocoknya di depan wajah ceweknya sampai keluar spermanya yang banyak banget, si cewek tampak menyambutnya dengan penuh gairah.

Aku sendiri selama menonton tanpa sadar bajuku sudah nggak karuan. Kaos aku angkat sampai diatas tetek, kemudian braku yang kebetulan pengaitnya di depan aku lepas. Kuelus-elus sendiri tetekku sambil sesekali kuremas, uhh.. enak banget. Apalagi kalo kena putingnya woww!!
Celana pendekku aku pelorotin sampe dengkul, lalu tanganku masuk ke balik celana dalam dan langsung menggosok-gosok klitorisku. Sensasinya luar biasa!!
Makin lama aku semakin gencar melakukan masturbasi, rintihanku semakin keras. Tanganku semakin cepat menggosok klitoris sementara yang satunya sibuk emremas-remas toketku sendiri. Dan,
“Oohh.. oohh..”
Aku mencapai orgasme yang luar biasa. Aku tergeletak lemas di karpet.

Tiba-tiba, bel pintu berbunyi. Tentu saja aku gelagapan benerin pakaianku yang terbuka disana-sini. Abis itu aku matiin vCD player tanpa ngeluarin discnya.
“Gawat!” pikirku.
“Siapa ya? Jangan-jangan pa-ma! Ngapain mereka balik lagi?”.
Buru-buru aku buka pintu, ternyata di depan pintu berdiri seorang cowok keren. Rupanya Mas Andi pacar Mbak Sari dari Bandung.
“Halo Ulfa sayang, Mbak Sarinya ada?”
“Wah baru tadi pagi ke Jakarta. Emang nggak telpon Mas Andi dulu?”
“Waduh nggak tuh. Gimana nih mo ngasi surprise malah kaget sendiri.”
“Telpon aja HP-nya Mas, kali aja mau balik” usulku sekenanya.
Padahal aku berharap sebaliknya, soalnya terus terang aku diem-diem aku juga naksir Mas Andi. Mas Andi menyetujui usulku. Ternyata Mbak Sari cuman ngomong supaya nginep dulu, besok baru balik ke Bandung, sekalian ketemu disana. Hura! Hatiku bersorak, berarti ada kesempatan nih.

Aku mempersilakan Mas Andi mandi. Setelah mandi kami makan malam bareng. Aku perhatiin tampang dan bodi Mas Andi yang keren, kubayangkan Mas Andi sedang telanjang sambil memperlihatkan “tongkat kastinya”. Nggak sulit untuk ngebayangin karena aku kan pernah ngintip Mas Andi ama Mbak Sari lagi ml. Rasanya aku pengen banget ngerasain penis masuk ke vaginaku, abis keliatannya enak banget tuh.
“Ada apa Ulfa, Kok ngelamun, mikirin pacar ya?” tanyanya tiba-tiba.
“Ah, enggak Mas, Ulfa bobo dulu ya ngantuk nih!” ujarku salting.
“Mas Andi nonton TV aja nggak papa kan?”
“Nggak papa kok, kalo ngantuk tidur aja duluan!”

Aku beranjak masuk kamar. Setelah menutup kintu kamar aku bercermin. Bajuku juga kulepas semua. Wajahku cantik manis, kulitku sawo matang tapi bersih dan mulus. Tinggi 165 cm. Badanku sintal dan kencang karena aku rajin senam dan berenang, apalagi ditunjang toketku yang 36B membuatku tampak sexy. Jembutku tumbuh lebat menghiasi vaginaku yang indah. Aku tersenyum sendiri kemudian memakai kaos yang longgar dan tipis sehingga meninjolkan kedua puting susuku, bahkan jembutku tampak menerawang. Aku merebahkan diriku di atas kasur dan mencoba memejamkan mata, tapi entah kenapa aku susah sekali tidur. Sampai kemudian aku mendengar suara rintihan dari ruang tengah. Aneh! Suara siapa malam-malam begini? Astaga! Aku baru inget, itu pasti suara dari vCD porno yang lupa aku keluarin tadi, apa Mas Andi menyetelnya? Penasaran, akupun bangkit kemudian perlahan-lahan keluar.

Sesampainya di ruang tengah, deg!! Aku melihat pemandangan yang mendebarkan, Mas Andi di depan TV sedang menonton bokep sambil ngeluarin penisnya dan mengelusnya sendiri. Wah.. batangnya tampak kekar banget.

Aku berpura-pura batuk kemudian dengan tampang seolah-olah mengantuk aku mendekati Mas Andi. Mas Andi tampak kaget mendengar batukku lalu cepat-cepat memasukkan penisnya ke dalam kolornya lagi, tapi kolornya nggak bisa menyembunyikan tonjolan tongkatnya itu.
“Eh, Ulfa anu, eh belum tidur ya?”
Mas Andi tampak salting, kemudian dia hendak mematikan vCD player.”
Iya nih Mas, gerah eh nggak usah dimatiin, nonton berdua aja yuk!” ujarku sambil menggeliat sehingga menonjolkan pepaya bangkokku.
“Oh iya deh.”
Kamipun lalu duduk di karpet sambil menonton. Aku mengambil posisi bersila sehingga bawukku mengintip keluar dengan indahnya.

“Mas, gimana sih rasanya bersetubuh?” tanyaku tiba-tiba.
“Eh kok tau-tau nanya gitu sih?”
Mas Andi agak kaget mendengar pertanyaanku, soalnya saat itu matanya asyik mencuri pandang ke arah selakanganku. Aku semakin memanaskan aksiku, sengaja kakiku kubuka lebih lebar sehingga vaginaku semakin terlihat jelas.
“Alaa nggak usah gitu! Aku kan pernah ngintip Mas sama Mbak Sari lagi gituan.. nggak papa kok, rahasia terjaga!”
“Oya? He he he yaa.. enak sih.”
Mas Andi tersipu mendengar ledekanku.
Akupun melanjutkan, “Mas, vaginaku sama punya Mbak Sari lebih indah mana?” tanyaku sambil mengangkat kaosku dan mengangkangkan kakiku lebar-lebar so bawukkupun terpampang jelas.
“Ehh glek bagusan punyamu.”
“Terus kalo toketnya montokan mana?” kali ini aku mencopot kaosku sehingga payudara dan tubuhku yang montok itu telanjang tanpa sehelai benang yang menutupi.
“Aaanu.. lebih montok dan kencengan tetekmu!”
Mas Andi tampak melotot menyaksikan bodiku yang sexy. Hal itu malah membuat aku semakin terangsang.

“Sekarang giliran aku liat punya Mas Andi!”
Karena sudah sangat bernafsu aku menerkam Mas Andi. Kucopoti seluruh pakaiannya sehingga dia bugil. Aku terpesona melihat tubuh bugil Mas Andi dari dekat. Badannya agak langsing tapi sexy. penisnya sudah mengacung tegar membuat jantungku berdebar cepat. Entah kenapa, kalo dulu ngebayangin bentuk burung cowok aja rasanya jijik tapi ternyata sekarang malah membuat darahku berdesir.
“Wah gede banget! Aku isep ya Mas!”
Tanpa menunggu persetujuannya aku langsung mengocok, menjilat dan mengulum batang kemaluannya yang gede dan panjang itu seperti yang aku tonton di BF.
“Slurp Slurp Slurpmmh! Slurp Slurp Slurp mmh.”
Ternyata nikmat sekali mengisap penis. Aku jepit penisnya dengan kedua susuku kemudian aku gosok-gosokin, hmm nikmat banget! Mas Andi akhirnya tak kuat menahan nafsu. Didorongnya tubuh sintalku hingga terlentang lalu diterkamnya aku dengan ciuman-ciuman ganasnya. Tangannya tidak tinggal diam ikut bekerja meremas-remas kelapa gadingku.

“Ahh mmh.. yesh uuh.. enak mas”
Aku benar-benar merasakan sensasi luar biasa. Sesaat kemudian mulutnya menjilati kedua putingku sambil sesekali diisap dengan kuat.
“Auwh geli nikmat aah ouw!”
Aku menggelinjang kegelian tapi tanganku justru menekan-nekan kepalanya agar lebih kuat lagi mengisap pentilku. Sejurus kemudian lidahnya turun ke vaginaku. Tangannya menyibakkan jembutku yang rimbun itu lalu membuka vaginaku lebar-lebar sehingga klitorisku menonjol keluar kemudian dijilatinya dengan rakus sambil sesekali menggigit kecil atau dihisap dengan kuat.
“Yesh.. uuhh.. enak mas.. terus!” jeritku.
“Slurp Slurp, vaginamu gurih banget Ulfa mmh”.
Mas Andi terus menjilati vaginaku sampai akhirnya aku nggak tahan lagi.
“Mas.. ayo.. masukin penismu.. aku nggak tahan..”

Mas Andi lalu mengambil posisi 1/2 duduk, diacungkannya penisnya dengan gagah ke arah lubang vaginaku. Aku mengangkangkan kakiku lebar-lebar siap menerima serangan rudalnya. Pelan-pelan dimasukkannya batang rudal itu ke dalam vaginaku.
“Aauw sakit Mas pelan-pelan akh..”
Walaupun sudah basah, tapi vaginaku masih sangat sempit karena aku masih perawan.
“Au.. sakit”
Mas Andi tampak merem menahan nikmat, tentu saja dibandingkan Mbak Sari tempikku jauh lebih menggigit. Lalu dengan satu sentakan kuat sang rudal berhasil menancapkan diri di lubang kenikmatanku sampai menyentuh dasarnya.
“Au.. sakit..”
Aku melonjakkan pantatku karena kesakitan. Kurasakan darah hangat mengalir di pahaku, persetan! Sudah kepalang tanggung, aku ingin ngerasain nikmatnya bercinta. Sesaat kemudian Mas Andi memompa pantatnya maju mundur.
“Jrebb! Jrebb! Jrubb! Crubb!”
“Aakh! Aakh! Auw!”
Aku menjerit-jerit kesakitan, tapi lama-lama rasa perih itu berubah menjadi nikmat yang luar biasa. vaginaku serasa dibongkar oleh tongkat kasti yang kekar itu.
“Ooh.. lebih keras, lebih cepat”
Jerit kesakitanku berubah menjadi jerit kenikmatan. Keringat kami bercucuran menambah semangat gelora birahi kami.

Tapi Mas Andi malah mencabut penisnya dan tersenyum padaku. Aku jadi nggak sabar lalu bangkit dan mendorongnya hingga telentang. Kakiku kukangkangkan tepat di atas penisnya, dengan birahi yang memuncak kutancapkan batang bazooka itu ke dalam bawukku,
“Jrebb.. Ooh..” aku menjerit keenakan, lalu dengan semangat 45 aku menaik turunkan pantatku sambil sesekali aku goyangkan pinggulku.
“Ouwh.. enak banget tempikmu nggigit banget sayang.. penisku serasa diperas”
“Uggh.. yes.. uuh.. auwww.. penismu juga hebaat, bawukku serasa dibor”
Aku menghujamkan pantatku berkali-kali dengan irama sangat cepat. Aku merasa semakin melayang. Bagaikan kesetanan aku menjerit-jerit seperti kesurupan. Akhirnya setelah setengah jam kami bergumul, aku merasa seluruh sel tubuhku berkumpul menjadi satu dan dan
“Aah mau orgasme Mas..”
Aku memeluk erat-erat tubuh atletisnya sampai Mas Andi merasa sesak karena desakan susuku yang montok itu.
“Kamu sudah sayang? OK sekarang giliran aku!”

Aku mencabut vaginaku lalu Mas Andi duduk di sofa sambil mememerkan ‘tiang listriknya’. Aku bersimpuh dihadapannya dengan lututku sebagai tumpuan. Kuraih penis besar itu, kukocok dengan lembut. Kujilati dengan sangat telaten. Makin lama makin cepat sambil sesekali aku isap dengan kuat.
“Crupp.. slurp.. mmh..”
“Oh yes.. kocok yang kuat sayang!”
Mas Andi mengerang-erang keenakan, tangannya meremas-remas rambutku dan kedua bola basket yang menggantung di dadaku. Aku semakin bernafsu mengulum. Menjilati dan mengocok penisnya.
“Crupp crupp slurp!”
“Ooh yes.. terus sayang yes.. aku hampir keluar sayang!”
Aku semakin bersemangat ngerjain penis big size itu. Makin lama makin cepat cepat Cepat, lalu lalu
“Croot.. croot..”
Penisnya menyemburkan sperma banyak sekali sehingga membasahi rambut wajah, tetek dan hampir seluruh tubuhku. Aku usap dan aku jilati semua maninya sampai licin tak tersisa, lalu aku isap penisnya dengan kuat supaya sisa maninya dapat kurasakan dan kutelan.

Akhirnya kami berdua tergeletak lemas diatas karpet dengan tubuh bugil bersimbah keringat. Malam itu kami mengulanginya hingga 4 kali dan kemudian tidur berpelukan dengan tubuh telanjang. Sungguh pengalaman yang sangat mengesankan.

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.


pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.

Senin, 15 Juli 2013

Les Plus Plus

Les Plus Plus

Les Plus Plus

Namaku Anton, murid SMA De Britto. Orang tuaku juga lulusan dari SMA itu sehingga aku juga di suruh sekolah di SMA yang isinya melulu cowok itu.

Aku paling tidak bisa fisika sama matematika, makanya Papa ngelesin Matematika dan Fisika. Nah guru les aku tuh anak UGM sudah tinggal tunggu skripsi, imut sih dia, cakep, putih, tingginya kira kira 165 an, apalagi toketnya, mengairahkan, besar sih kagak biasa biasa saja ukurannya

aku ngeles sama dia tiap hari senin, rabu sama jumat. Terus waktu itu aku paginya habis pelajaran biology, dan di sajarin soal organ tubuh cewek sama cowok. Nah waktu pulang aku kan ngeles jam 5 an gitu, eh waktu ngeles tidak sengsaja aku ngeliat bra guru les aku (Lisa namanya, gua panggilnya ci lisa) ya jelas aku dag dig dug, trus aku beraniin ssaja tanya sama guru les aku: “ci, aku mau tanya nih, boleh nggak?”, terus dia jawab “tanya apa?”. Terus aku jelasin saja, aku ada pertanyaan soal biology, dan dia mau terangin ke aku. wah aku sampai senang berat.

Terus pas jumatnya Papaku pergi ke Klaten jenguk pamanku di sana. nah waktu itu aku berani in tanya lagi soal biology itu, terus akhirnya aku bilang sama guru lesku “ci, kalau aku mau liat vagina yang beneran boleh nggak ci?” aku sudah kebat kebit juga takut kalau dia marah.

eh tidak tahunya malah dia senyum, terus bilang ke aku “emangnya kamu mau lihat punya cici ya ton?”, terang saja aku senang senang takut, terus aku jawab saja “ya kalo ci lisa tidak keberatan mau dong lihat.” terus dia jawab “tapi ntar cici lihat punya Anton juga ya” wahh aku langsung saja mengangguk. terus si lisa (aku ganti panggilan dia ke lisa sehabis itu) tanya “mau lihat di sini ton?” aku jawab “engga ci, ke kamar Anton saja yuk biar nggak kelihatan pembantu.” sehabis itu aku sama si lisa masuk ke kamar aku, and sehabis aku kunci kamar aku, si lisa mulai lepasin baju sama beha dia. terus dia jelasin sambil aku ngiler lihatnya.

terus dia tanya “mau pegang nggak ton?” aku tanya”boleh ci?” dia ngangguk saja. ya sudah aku pegang pegang saja itu toket, gila empuknya enak bener. mana putingnya merah kecoklat2an menghias di toketnya.

sehabis aku puas pegang pegang terus si lisa suruh aku hisap hisap, aku pertamanya canggung tapi lama lama enak juga tuh puting ternyata, and dia ngerang2. aku takut juga waktu dia mengerang. terus aku bilang “ci aku hidupin musik ya biar pembantu nggak dengar suara cici.” (aku pasang music keras keras) terus dia nagih janjinya “ton cici mau lihat dong punya Anton.”, terus aku bilang ” lho kan yang punya cici Anton belum lihat, lihat dulu dong ci.” (si lisa buka celana sama celana dalamnya) wahh waktu aku lihat memeknya, kontolku langsung getar getar sendiri, bagus benar tuh memek, masih rapat rada kemerah2an sama bulu2 halus. terus aku deketin and pegang pegang memeknya, si lisa mengerang ngerang keasikan. terus dia bilang “ton lihat dong punya kamu” akhirnya aku buka juga celanaku and kasih lihat dia kontolku yang sudah tegang (punyaku panjangnya 14 cm lebar 4 cm an) terus sama si lisa di elus elus . .wah gila enaknya langsung berdiri tegak kontolku.

si lisa sehabis itu tanya “kamu pernah have sex ton?” aku bilang saja” nggak pernah ci, cici pernah?” dia menggeleng. terus dia tawarin aku mau nggak have sex sama dia. ya jelas aku mau. mauuuuu banget. tapi aku bener nggak tahu caranya sih.

dia yang bimbingin kontolku ke vaginanya, sambil aku hisap hisap puting dia. gila sakit juga waktu pertama kali masuk tapi enak juga .. kaya di pijit pijit, mana memek dia sempitnya minta ampun. si lisa ngerang2 waktu kontolku masuk ke memeknya. aku pertamanya nggak tau mau ngapain jadi diam saja.. terus dia suruh aku goyangin keluar masuk, ya aku keluar masukin arhhhhh enaknya .. memek perawan gitu .. kangen aku ama cici les aku itu. gua keluar masukin kontolku sampai lama juga sih.. sampai sama sama kita organsm. Aku benar benar puas, and kita lakukan itu setiap kali ada kesempatan….

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.

pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.

Ilmu Pelet dengan nguyup pejuh

Ilmu Pelet dengan nguyup pejuh

Ilmu Pelet dengan nguyup pejuh

Ilmu Pelet Dengan Nguyup Pejuh
Cinta ditolak dukun pun bertindak. Yah.. Pepatah itulah yang cocok dengan keadaanku. Gara-gara dicampakkan oleh wanita, akhirnya aku menempuh cara sesat untuk mendapatkan keinginanku.

Oh ya sebelumnya perkenalkan dulu, namaku Aryo, bujangan desa Klithikan, Tegalgondho, Klaten. Sudah tiga tahun ini aku naksir dengan Ningsih, cewek yang menjadi kembang di desaku. Segala cara aku lakukan untuk memikatnya. Sampai akhirnya, aku beranikan diri untuk menyatakan cintaku. Tepat saat bulan purnama malam selasa kliwon aku ungkapkan seluruh perasaanku padanya. Namun harapan tinggallah harapan. Jawaban yang keluar dari mulut Ningsih tidak sesuai dengan keinginanku.

"Maaf, Kang, Ningsih selama ini hanya menganggap Kang Aryo seperti kakak sendiri, tidak lebih!" begitu jawaban Ningsih. Saat itu jantungku terasa seolah-olah berhenti, tubuhku lemas, kedua kakiku terasa lumpuh. Dalam hati aku bersumpah akan mengejar dan mendapatkan Ningsih meskipun harus sampai ke kolong neraka sekalipun.

Dua minggu berlalu, aku terus berpikir bagaimana cara mendapatkan cinta Ningsih. Sampai akhirnya aku sowan ke Mbak Marni. Janda kembang berumur 32 tahun dengan profesi dukun beranak sekaligus seorang paranormal. Dengan sabar Mbak Marni mendengarkan semua curahan hatiku. Senyum dan tatapan matanya yang teduh membuatku leluasa menceritakan kisahku.

"Aku paham dengan semua yang kau rasakan." Mbak Marni membuka pembicaraan.
"Menurut pandangan bathinku Ningsih bukan jodohmu."
"Tapi Mbak, aku nggak peduli, pokoknya aku harus mendapatkannya" sergahku.
"Ehm, ternyata kau orang yang keras kepala juga, ya?" jawab Mbak Marni dengan tersenyum.
"Baiklah jika engkau terus bersikukuh dengan keinginanmu, aku tidak bisa menentangnya, namun aku akan tetap membantumu."

Sesaat kemudian dia beranjak dari beranda rumah tempat kami mengobrol sejak tadi. Kupandangi sosok tubuhnya yang masih kelihatan padat berisi dan montok. Pantas saja dijuluki janda kembang, pikirku.

"Aryo, kemari cah bagus!" terdengar suara dari dalam rumah. Mbak Marni memintaku masuk. Dia memegang satu botol kecil cairan kental putih, dan menyerahkannya padaku.
"Apa itu, Mbak?" tanyaku.
"Buka dan ciumlah baunya, kau pasti mmengetahuinya. Aku pun menuruti perintahnya. Sesaat bau amis merebak di seluruh ruangan.
"Seperti bau.. bau.. air mani." celotehku.
"Yang kau katakan itu benar, Aryo, itu adalah air mani. Namun itu bukanlah sembarang air mani, itu adalah hasil ritual ilmu pelet nguyup pejuh" jelas Mbak Marni.
"Ilmu ini adalah salah satu ilmu pelet terdahsyat dan hanya dapat ditandingi oleh ilmu jaran goyang." jelasnya.
"Sekarang engkau pulanglah, besok pada saat malam bulan purnama datanglah lagi ke rumahku, akan kuturunkan ilmu ini padamu." Setelah berpamitan, kutinggalkan rumah Mbak Marni, aku melangkah dengan harapan yang baru. Dalam benakku Ningsih seolah-olah sudah berada dalam genggamanku.

Malam yang ditunggu pun tiba juga. Dengan cepat kuayunkan langkahku menuju ke rumah Mbak Marni. Sesaat kemudian sampailah aku di rumahnya. Kuketuk pintu rumah itu.

"Aryo, masuklah. Kutunggu kau di kebun belakang rumah." ternyata itu suara Mbak Marni. Aku pun heran, mengapa dia menungguku di kebun belakang rumah.

Dengan melewati beberapa parit kecil dan tanah becek, aku pun sampai di sebuah kebun. Namun ini seperti bukan sebuah kebun, melainkan lebih seperti lapangan kecil. Dari kejauhan aku melihat sosok manusia di kegelapan. Ya, itu Mbak Marni, namun ada yang aneh dengan pakaian yang dikenakannya. Jujur saja dia hanya mengenakan kain mori putih tipis yang dililitkan di tubuhnya.

Sejenak darah mudaku berdesir melihat pemandangan itu. Bagaimana tidak, kain itu seperti tidak muat menutupi tubuh Mbak Marni yang sekal dan montok, seolah-olah buah dadanya yang besar akan tumpah keluar, sedangkan bagian bawah kain tersebut hanya menutupi 30 cm di atas lututnya. Aku pun baru tersadar, Mbak Marni ternyata memiliki tubuh yang tidak kalah dengan bintang-bintang top Bollywood.

"Aryo!" Mbak Marni memecah lamunanku.
"Malam ini aku akan ajarkan ilmu pelet nguyup pejuh padamu. Namun sebenarnya ilmu ini hanya untuk orang dewasa. Soalnya nanti kau akan melihat dan melakukan sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh orang dewasa." Perkataan Mbak Marni membuat jantungku berdegup kencang.
"Aryo, ilmu ini terdiri dari tiga bagian, kita lakukan bagian yang pertama dulu. Kau lihat baik-baik gerakanku! Namun sebelumnya buka seluruh pakaianmu dan pakailah ini."

Lalu Mbak Marni menyodorkan secarik kain putih yang di kedua ujungnya terdapat tali sehingga bentuknya seperti cawat. Aku pun menuruti perintahnya. Kulepas semua pakaianku, hingga hanya secarik kain ini yang menutup kontolku.

Bagian pertama ilmu ini pun dimulai. Mbak Marni mulai memperagakan gerakannya. Di bawah sinar bulan purnama, Mbak Marni seperti bidadari yang sedang menari. Gerakan yang diperagakannya sangatlah erotis, hingga aku berpikir sepertinya dia sedang mencoba membangkitkan gairah birahiku. Aku pun semakin tidak tahan melihat gerakan erotisnya hingga kontolku akhirnya bangun juga. Berbagai cara kulakukan untuk menidurkan kembali kontolku namun selalu gagal.

"Aryo, bagian pertama selesai."

Mbak Marni menyudahi gerakannya. Dengan bermandi keringat dia mendatangiku. Kain yang melilit tubuh Mbak Marni yang basah menempel di kulit tubuhnya sehingga terlihat jelas setiap lekuk tubuhnya. Dan aku dapat memastikan bahwa selain kain yang melilit tubuhnya, Mbak Marni tidak memakai BH dan celana dalam karena saat itu juga kulihat ada bayangan puting susu yang mencuat di kedua payudaranya sekaligus ada seberkas bayangan hitam di bawah pusarnya. Aku pun semakin bingung melihat semua itu hingga kontolku pun semakin mengeras, apalagi ketika mata Mbak Marni dari tadi terus mengamati keadaan kontolku yang tegang terbungkus kain itu.

"Hm, besar juga." seloroh Mbak Marni.
"Eh, apa Mbak?" tanyaku salah tingkah.
"Itu, burung kamu" jawabnya singkat.
"Aryo, kamu tidak perlu malu, dan tidak perlu menutupinya karena itu berarti kamu sudah dewasa, seharusnya kamu bangga." jelas Mbak marni.

"Aryo, di bagian kedua nanti kau harus mengikuti semua perintahku. Aku akan memperlihatkan segalanya kepadamu." jelas Mbak Marni lagi.
"Apa maksudnya, Mbak?" aku pun semakin bingung.
"Simpan pertanyaanmu! Ayo ikuti aku, Aryo!" Lalu kami pun meninggalkan tempat tadi. Mbak Marni mengajakku masuk hutan.
"Kita akan kemana, Mbak?" tanyaku.
"Kita akan ke Candi Ireng."

Candi Ireng adalah tempat keramat di desa kami tidak sembarang orang bisa mendekatinya. Akhirnya kami pun sampai di Candi Ireng. Candi itu keadaanya sangat tidak terawat, banyak lumut tumbuh di sana-sini. Di depannya, tepatnya di bagian serambi seperti ada altar untuk penyembahan.

"Aryo bagian kedua dari ilmu ini memang agak menjijikkan, namun aku jamin kau akan suka." jelas Mbak Marni dengan senyum menggoda. Kemudian Mbak Marni mendekatiku, ia berada persis di depanku.
"Namun sebelumnya aku ingin jelaskan tentang letak titik cakra manusia, Aryo. Titik cakra itu akan diaktifkan pada ritual kedua ini. Aryo, pada wanita, titik cakra terletak pada kedua payudara dan kelentit atau klitoris pada vaginanya."
"Biar kutunjukkan padamu!" lanjutnya.

Dengan tanpa malu-malu, Mbak Marni melepaskan satu-satunya kain yang menutupi tubuhnya hingga tidak ada satu benang pun yang melilit tubuhnya. Aku pun diam terpaku melihat kenyataan itu. Bagaimana tidak, baru kali ini aku melihat tubuh orang dewasa yang telanjang bulat. Bagian tubuh yang tadi samar-samar terlihat, kini lebih jelas. Kedua buah dada Mbak Marni yang besar, montok dengan kedua puting yang mencuat menantang berwarna kemerahan. Sedangkan bagian di bawah perutnya tampak rambut hitam yang lebat.

"Pegang ini Aryo!" Mbak Marni menyuruhku memegang kedua payudaranya yang besar. Aku pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu. Kupegang dengan lembut kedua bukit yang mencuat itu. Kuraba perlahan dan kurasakan bagian putingnya yang mengeras, dan dengan spontan aku meremasnya.
"Akh, kamu nakal ya, Aryo!" desahnya genit.
"Nah, untuk cakra yang kedua adalah bagian ini, aku bantu kau untuk menemukannya", lanjutnya.

Mbak Marni kemudian tidur telentang di atas altar, keadaannya seperti bayi yang baru lahir. Kedua pahanya dibuka, sehingga tampak sebuah lubang yang menganga dengan rambut yang tumbuh lebat di sekelilingnya.

"Mendekatlah Aryo, coba cari cakra yang kedua." perintah Mbak Marni sambil kedua jarinya membuka vaginanya.
"Di bagian atas Aryo, yang menonjol kecil itu!" teriaknya.

Aku pun melaksanakan perintahnya, kusentuh bagian tonjolan kecil di vaginanya, kemudian kupermainkan. Mbak Marni pun menggelinjang seperti orang kesurupan sambil sekali-kali menggigit lidahnya. Aku yang semakin terbakar birahi mulai mencium memeknya, tanganku pun spontan bergerilya meremas-remas payudara Mbak Marni yang kini ukurannya semakin menakjubkan.

"Sst.. Akh.. Aryo!" desah Mbak Marni. Sesaat kemudian karena asyik menjilati kemaluan Mbak Marni, aku tidak sadar bahwa ada cairan bening menetes dari memek Mbak Marni.
"Ar.. yo.., se.. bentar la.. gi a.. ku a.. kan or.. gas.. me, ka.. mu ha.. rus siap ya, ah..!" desahnya lirih terputus-putus.
"Siap apa Mbak?" tanyaku sambil terus meremas dan mempermainkan putingnya.
"Mi.. num semua cai.. ran kemalu.. anku karena ini adalah sya.. rat bagi.. an ke.. dua!"

Benar juga, sesaat kemudian ada cairan yang menyemprot dari lubang kelaminnya. Aku pun segera menghisap seluruh cairan kental itu, rasanya agak asin dan amis namun aku tidak peduli hingga kuhabiskan semua cairan itu dan sesekali aku menjilati cairan yang masih menempel di rambut vaginanya.

"Cukup Aryo!" sergah Mbak Marni sambil terengah-engah. Kemudian dia pun bangkit dari posisinya. Ia kemudian membersihkan kemaluannya yang basah.
"Sekarang kita melakukan bagian ketiga, Aryo. Sedangkan titik cakra laki-laki adalah pada air mani yang dikeluarkannya. Sekarang giliranmu melepaskan kain itu!" perintahnya sambil terengah-engah.

Aku segera melepaskan kain yang menutup kontolku. Di hadapan Mbak Marni aku tidak malu-malu lagi. Kontol yang tadi seperti terbelenggu kini dengan bebasnya berdiri tegak.

"Sekarang keluarkan air manimu dan letakkan dalam botol kecil ini." perintahnya.

Aku segera mengocok kontolku sambil melihat tubuh telanjang Mbak Marni yang duduk sambil membuka pahanya. Sesaat kemudian, crut.. crut! Cairan putih keluar dari kemaluanku dan kutampung hingga sebentar saja botol itu sudah penuh. Mbak Marni tersenyum dan ia segera bangkit dari altar tempat ia duduk.

"Aryo, prosesi ritual telah selesai, sekarang kenakan kembali kain itu!" perintah Mbak Marni sambil mengenakan kembali kainnya.
"Ilmu pelet ini sudah kamu dapatkan, tinggal oleskan pada tubuh Ningsih, maka dia akan tergila-gila padamu."
"Sekarang ayo kita pulang!"

Akhirnya kami pun meninggalkan candi dan seluruh prosesi ritual. Sebenarnya jauh dalam lubuk hatiku aku masih penasaran. Aku sebenarnya masih ingin menikmati tubuh Mbak Marni yang sintal. Namun aku tahu bahwa Mbak Marni adalah seorang yang professional, dia tidak akan melakukan sesuatu di luar tugasnya.

Esoknya, ilmu yang baru kuperoleh tadi segera kuterapkan pada Ningsih. Dan benar, dia kemudian tergila-gila padaku dan bahkan sampai menyembah-nyembah minta dikawini. Aku pun lega, tidak lupa aku ucapkan terima kasih pada Mbak Marni atas segala bantuannya dan segala pengalaman mendebarkan yang diberikannya selama ritual "Ilmu Pelet Nguyup Pejuh" itu.

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.

pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.

Maling Cabul

Maling Cabul

Maling Cabul

Tiba-tiba sebuah suara keras membangunkan kami di tengah malam. Fatimah istriku memeluk lenganku saking ketakutannya. Suara itu datang dari arah dapur. Sepertinya kaca yang jatuh berantakan. Naluriku mengatakan ada hal yang tak beres ada di dalam rumah ini. Aku bangun dan menyalakan lampu. Istriku berusaha menahan aku. Dengan hati-hati aku bangun dan membuka pintu dan melangkah ke dapur.

Aku kaget dengan ketakutan yang amat saat muncul sosok asing di bawah jendela dapurku. Nampak di lantai kaca jendela pecah berserakan. Pasti dia ini maling yang hendak mencuri di rumah kami. Sama-sama
kaget dengan gesitnya pencuri ini berdiri dan melangkah pendek menyambar pisau dapur kami yang tidak jauh dari tempatnya. Orang ini lebih gede dari aku. Dengan rambut dan jambangnya yang nggak bercukur nampak begitu sangar. Dengan pakaiannya yang T. Shirt gelap dan celana jean bolong-bolong dia menyeringai mengancam aku dengan pisau dapur itu.

Aku memang lelaki yang nggak pernah tahu bagaimana berkelahi. Melihat ulah maling ini langsung nyaliku putus. Dengan gemetar yang sangat aku berlari kembali ke kamar tidurku dan menutup pintunya. Namun kalah cepat dengan maling itu. Aku berusaha keras menekan untuk mengunci sebaliknya maling itu terus mendorong dengan kuatnya. Istriku histeris berteriak-teriak ketakutan,

aEsAda apa Maass.. Toloonngg.. Tolongg..aEt

Namun teriakan itu pasti sia-sia. Rumah kami adalah rumah baru di perumahan yang belum banyak penghuninya. Tetangga terdekat kami adalah Pak RT yang jaraknya sekitar 30 rumah kosong, yang belum berpenghuni, dari rumah kami. Sementara di arah yang berbeda adalah bentangan kali dan sawah yang luas berpetak-petak. Sejak pernikahan kami 2 tahun yang lalu, inilah rumah kredit kami yang baru kami tinggali selama 2 bulan ini.

Upaya tarik dan dorong pintu itu dengan pasti dimenangkan oleh si maling. Aku terdepak jatuh ke lantai dan maling itu dengan leluasa memasuki kamar tidur kami. Dia mengacung-acungkan pisau dapur ke isteriku agar tidak berteriak-teriak sambil mengancam hendak memotong leherku. Istriku seketika aE~klakepaE? sepi. Sambil menodongkan pisau ke leherku dengan kasar aku diraihnya dengan menarik bajuku keluar dari kamar. Matanya nampak menyapu ruangan keluarga dan menarikku mendekat ke lemari perabot. Pasti di nyari-nyari benda berharga yang kami simpan.

Dia menemukan lakban di tumpukkan macam-macam peralatan. Dengan setengah membanting dia mendorong aku agar duduk di lantai. Dia me-lakban tangan dan kakiku kemudian mulutku hingga aku benar-benar bungkem. Dalam keadaan tak berkutik aku ditariknya kembali ke kamar tidurku. Istriku kembali berteriak sambil menangis histeris. Namun itu hanya sesaat.

Maling ini sungguh berpengalaman dan berdarah dingin. Dia hanya bilang,
aEsDiam nyonya cantiikk.. Jangan membuat aku kalap lhoo..aEt kembali istriku aE~klakepaE? dan sepi.

Nampak maling itu menyapukan pandangannya ke Kamar tidurku. Dia melihati jendela, lemari, tempat tidur, rak kset dan pesawat radio di kamarku. Dia sepertinya berpikir. Semuanya kusaksikan dalam kelumpuhan dan kebisuanku karena lakban yang mengikat kaki tanganku dan membungkam rapat mulutku.

Tiba-tiba maling itu mendekati Fatimah istriku yang gemetar menggulung tubuhnya di pojok ranjang karena shock dan histeris dengan peristiwa yang sedang terjadi. Dengan lakbannya dia langsung bekap mulutnya dan direbahkannya tubuhnya di ranjang. Aku tak kuasa apa-apa hanya mampu tergolek dan berkedip-kedip di lantai. Aku melihat bagaimana sorot mata ketakutan pada wajah Fatimah istriku itu.

Ternyata maling itu merentangkan tangan istriku dan mengikatnya terpisah di kanan kiri kisi-kisi ranjang kayu kami. Demikian pula pada kakinya. Dia rentangkan dan ikat pada kaki-kaki ranjang. Dan akhirnya yang terjadi adalah aku yang tergolek lumpuh di lantai sementara Fatimah istriku telentang dan terikat di ranjang pengantin kami.

Perasaanku sungguh tidak enak. Aku khawatir maling ini berbuat diluar batas. Melihat sosoknya, nampak dia ini orang kasar. Tubuhnya nampak tegar dengan otot-ototnya yang membayang dari T. Shirt dekilnya. Aku taksir tingginya ada sekitar 180 cm. Aku melihati matanya yang melotot sambil menghardik,
aEsDiam nyonya cantiikk..aEt saat melihat istriku yang memang nampak sangat seksi dengan pakaian tidurnya yang serba mini karena udara panas di kamar kami yang sempit ini.

aEsAku mau makan dulu ya sayaang.. Jangan macam-macamaEt. Dia nyelonong keluar menuju dapur. Dasar maling nggak bermodal. Dia ngancam pakai pisauku, ngikat pakai lakbanku sekarang makan makananku.

Nampak istriku berontak melepaskan diri dengan sia-sia. Sesekali nampak matanya cemas dan ketakutan Memandang aku. Aku menggeleng-gelengkan kepalaku dengan maksud melarangnya bergerak banyak. Hemat tenaga.

Sesudah makan maling itu gelatakan membukai Berbagai lemari dan laci-laci di rumah. Dia nggak akan dapatkan apa-apa karena memang kami nggak punya apa- apa. Aku bayangkan betapa wajahnya akan kecewa karena kecele. Kudengar suara gerutu. Nampaknya dia marah.

Dengan menendang pintu dia kembali masuk kamar tidur kami. Membuka lemari pakaian dan mengaduk-adukkannya. Dilempar-lemparkannya isi lemari hingga lantai penuh berserakan. Dia buka kotak perhiasan istriku. Dibuang-buangnya perhiasan imitasi istriku.

Karena tak mendapatkan apa yang dicari Maling mengalihkan sasaran kekecewaan. Dia pandangi istriku yang telentang dalam ikatan di ranjang. Dia mendekat sambil menghardik,

aEsMana uang, manaa..? Dasar miskin yaa..? Kamu umpetin dimana..?aEt

Tangannya yang mengkilat berotot bergerak meraih baju tidur istriku kemudian menariknya dengan keras hingga robek dan putus kancing-kancingnya. Dan yang kemudian nampak terpampang adalah bukit kembar yang begitu indah. Payudara Fatimah yang sangat ranum dan padat yang memang selalu tanpa BH setiap waktu tidur. Nampak sekali wajah maling itu terkesima.

Kini aku benar-benar sangat takut. Segala Kemungkinan bisa terjadi. Aku saksikan adanya perubahan raut mukanya. Sesudah tidak mendapatkan uang atau benda berharga dia jadi penasaran. Dia merasa berhak mendapat pengganti yang setimpal. Maling itu lebih mendekat lagi ke Fatimah dan dengan terus memandangi buah dadanya yang sangat sensual itu. Pelan-pelan dia duduk ditepian ranjang.

aEsDimana kamu simpan uangmu nyonya cantiikk..?aEt sambil tangan turun menyentuh tubuh Fatimah yang sama sekali tak bisa menolak karena kaki dan tangannyaterikat lakban itu. Dan tangan itu mulai mengelusi dekat Payudaranya.

Ampuunn.. Kulihat bagaimana mata Fatimah demikian paniknya. Dia merem memejamkan matanya sambil Memperdengarkan suara dari hidungnya,
aEsHheehh.. Hheehh.. Heehh..aEt.
Istriku mengeluarkan air mata dan menangis, menggeleng-geleng kepalanya sambil mengeluarkan dengus dari hidungnya.

Dan sentuhan maling itu tidak berhenti di tempat. Air mata istriku merangsang dia semakin brutal. Tangan-tangannya dengan tanpa ragu mengelus- elus dan kemudian meremas-remas buah dada Fatimah serta bagian tubuh sensitive lainnya. Hal ini benar-benar membuat darahku menggelegak marah. Aku harus berbuat sesuatu yang bias menghentikan semua ini apapun risikonya. Yang kemudian bisa kulakukan adalah menggerakkan kakiku yang terikat, menekuk dan kemudian menendangkan ke tepian ranjangku. Maling itu terkaget namun sama sekali tidak bergeming.

aEsHey, brengsek. Mau ngapain kamu. Jangan macam-macam. Jangan ganggu istrimu yang sedang menikmati pijitanku,aEtdia menghardik aku. Dan aku memang langsung putus asa. Aku tak mungkin berbuat apa-apa lagi. Kini hanya batinku yang meratapi kejadian ini.

Dan yang terjadi berikutnya adalah sesuatu Yang benar-benar mengerikan. Maling itu menarik robek seluruh busana tidur istriku. Dia benar-benar membuat Fatimah telanjang kecuali celana dalamnya. Lantas dia rebah merapatkan tubuhnya disampingnya. Istriku nampak bak rusa rubuh dalam terkaman serigala. Dan kini pemangsanya mendekat untuk mencabik-cabik untuk menikmati tubuhnya.

Dari matanya mengalir air mata dukanya. Dia tak mampu berpuat apa-apa lagi. Dalam setengah telanjangnya aku kian menyadari betapa cantiknya Fatimah istriku ini. Dia tunjukkan betapa bagian-bagian tubuhnya menampilkan sensualitas yang pasti menyilaukan setiap lelaki yang memandangnya. Rambutnya yang mawut terurai, pertemuan lengan dan bahu melahirkan lembah ketiak yang bias menggoyahkan iman para lelaki.

Payudaranya yang membusung ranum dengan pentilnya yang merah ungu sebesar ujung jari kelingking sangat menantang. Perut dengan pinggulnya yang.. Uuhh.. Begitu dahsyat mempesona syahwat. Aku sendiri terheran bagaimana aku bisa menyunting dewi secantik ini.

Dan kini maling brutal itu menenggelamkan mukanya ke dadanya. Dia menciumi dan menyusu Payudaranya seperti bayi. Dia mengenyoti pentil istriku yang nampaknya berusaha berontak dengan menggeliat-geliatkan tubuhnya yang dipastikan sia-sia. Dengan semakin beringas nafsu nyolongnya kini berubah menjadi nafsu binatang yang dipenuhi birahi.

Dengan gampang dia menjelajahkan moncongnya ke sekujur tubuh Fatimah. Dia merangsek menjilat-jilat dan menciumi ketiak istriku yang sangat sensual itu. Inilah pesta besarnya. Dia mungkin tak pernah membayangkan akan mencicipi nikmat tidur dengan perempuan secantik Fatimah istriku ini.

Menjarah dengan kenyotan, jilatan dan ciumannya maling ini merangsek ke tepian pinggul Fatimah dan kemudian naik ke perutnya. Dengan berdengus-dengus dan nafasnya yang memburu dia menjilati puser Fatimah sambil tangannya gerayangan ke segala arah meremas dan nampak terkadang sedikit mencakar menyalurkan gelegak nafsu birahinya.

Perlawanan istriku sudah sangat melemah. Yang terdengar hanyalah gumam dengus mulut tersumpal sambil menggeleng-gelengkan kepalanya sebagai ungkapan penolakannya. Mungkin ketakutan serta kelelahannya membuat stamina-nya aE~downaE? dan lumpuh. Sementara sang maling terus melumati perut dan menjilat- jilat bagian-bagian sensual tubuhnya.

Kebringasan serta kebrutalan hasrat syahwat maling ini semakin meroket ke puncak. Jelas akan memperkosa istriku di depan aku suaminya. Dia bangun dari ranjang dan dengan cepat melepasi T. Shirt serta celana dekilnya. Dia menelanjangi dirinya. Aku terkesima. Maling itu memiliki postur tubuh yang sangat atletis dan menawan menurut ukuran tampilan tubuh lelaki. Dengan warna kulitnya yang coklat kehitaman berkilat karena keringatnya nampak dadanya, otot lengannya perutnya begitu kencang seperti pelaku binaraga. Tungkai kakinya, paha dan betisnya sungguh serasi banget.

Yang membuat aku terperangah adalah kemaluannya. kont*l maling itu begitu mempesona. Muncul dari rimbun jembutnya kont*l itu tegak ngaceng dengan bonggol kepalanya yang juga berkilatan karena kerasnya tekanan darah syahwatnya yang mendesakinya. Besar dan panjangnya di atas rata-rata kemaluan orang Asia dan nampak sangat serasi dalam warna hitaman pada awalnya kemudian sedikit belang kecoklatan pada leher dan ujungnya. Lubang kencingnya muncul dari belahan bonggol yang mekar menantang.

Kesan kekumuhan awal yang kutemui dari rambut dan jambang yang tak bercukur serta pakaiannya yang dekil langsung musnah begitu lelaki maling ini bertelanjang. Dia nampak sangat jantan macam jagoan.

Dalam ketakutan dan panik istriku Fatimah melihat saat maling itu bangun dan dengan cepat melepasi pakaiannya. Begitu lelaki maling itu benar-benar telanjang aku melihat perubahan pada wajah dan mata istriku. Wajah dan pandangannya nampak terpana. Yang belumnya layu dan kuyu kini beringas dengan mata yang membelalak. Mungkin karena ketakutannya yang semakin jadi atau karena adanya aE?surpriseaE? yang tampil dari sosok lelaki telanjang yang kini ada bersamanya diranjangnya. Anehnya pandangannya itu tak dilepaskannya hingga ekor matanya mengikuti kemanapun lelaki maling itu bergerak.

Walaupun aku tak berani menyimpulkan secara pasti, menurut pendapatku wajah macam itu adalah wajah yang diterpa hasrat birahi. Adakah birahi Fatimah bangkit dan berhasrat pada lelaki maling yang dengan brutal telah mengikat dan menelanjangi tubuhnya di depan suaminya itu. Ataukah aE?surpriseaE? yang disuguhkan lelaki itu telah membalik 180 derajat dari takut, marah dan benci menjadi dorongan syahwat yang dahsyat yang melanda seluruh sanubarinya? Ahh.. Aku dirasuki cemburu buta. Aku sering mendengar perempuan yang jatuh cinta dengan penculiknya.

Lelaki maling turun dari ranjang dan merangkak di depan arah kaki Fatimah yang terikat. Dia meraih kaki Fatimah yang terikat dan mulai dengan menjilatinya. Lidahnya menyapu ujung-ujung jari kaki istriku kemudian mengulumnya.

Aku menyaksikan kaki Fatimah yang seakan disengat listrik ribuan watt. Kaget meronta dan meregang- regang. Aku tidak pasti. Apakah itu gerak kaki untuk berontak atau menahan kegelian syahwati. Sementara lelaki maling itu terus menyerang dengan jilatan-jilatannya di telapaknya. Demikian dia melakukan pada kedua tungkai kaki istriku untuk mengawali lumatan dan jialatan selanjutnya menuju puncak nikmat syahwatnya.

Dengan caranya maling itu memang sengaja Menjatuhkan martabatku sebagai suami Fatimah.

aEsMas, istrimu enak banget loh. Boleh aku ent*t ya? Boleh.. Ha ha. Aku ent*t istrimu yaa..aEt

Dan aku disini yang tergolek macam batang pisang tak berdaya hanya mampu menerawang dan menelan ludah.

Namun ada yang mulai merambati dan merasuk ke dalam sanubariku. Aku ingin tahu, macam apa wajah Fatimah saat kont*l maling itu nanti menembusi kemaluannya. Dan keinginan tahuku itu ternyata mulai merangsang syahwat birahiku. Dalam tergolek sambil mata tak lepas memandangi ulah lelaki maling telanjang yang melata bak kadal komodo di atas tubuh pasrah istriku yang jelita kont*lku jadi menegang. Aku ngaceng.

Kusaksikan betapa maling itu merangsek ke Selangkangan istriku. Dia menciumi dan menyedoti paha Fatimah serta meninggalkan merah cupang di setiap rambahannya. Namun yang membuat jantungku berdegup kencang adalah geliat-geliat tubuh istriku yang terikat serta desah dari mulutnya yang terbungkam. Aku sama sekali tidak melihatnya sebagai perlawanan seorang yang sedang disakiti dan dirampas kehormatannya. Istriku nampak begitu hanyut menikmati ulah maling itu.

Aku memastikan bahwa Fatimah telah tenggelam dalam hasrat seksualnya. Dia menggeliat-geliat dan menggoyang-goyangkan tubuhnya teristimewa pinggul serta pantatnya. Fatimah dilanda kegatalan birahi yang sangat dahsyat dan kini nuraninya terus menjemput dan merindui kenyotan bibir si maling itu. Dalam pada itu aku berusaha tetap berpikir positip. Bahwa sangat berat menolak godaan syahwat sebagaimana yang sedang dialaminya. Secara pelan dan pasti kont*lku sendiri semakin keras dan tegak menyaksikan yangharus aku saksikan itu.

Dan klimaks dari pergulatan aE~perkosaanaE? itu terjadi. Lelaki maling itu menenggelamkan bibirnya ke Bibir vagina Fatimah. Dia menyedot dan mengenyoti itil istriku dan meneruakkan lidahnya menembusi gerbang kemaluannya. Tak terelakkan..

Dalam kucuran keringat yang terperas dari tubuhnya Fatimah menjerit dalam gumam desahnya. Pantatnya semakin diangkatnya tinggi-tinggi. Dia nampak hendak meraih orgasmenya. Bukan main. Biasanya sangat sulit bagi Fatimah menemukan orgasme. Kali ini belum juga maling itu melakukan penetrasi dia telah dekat pada puncak kepuasan syahwatnya. Ah.. Lihat ituu.. Benar.. Fatimah meraih orgasmenya.. Nittaa..

Dia mengangkat tinggi pantatnya dan tetap Diangkatnya hingga beberapa saat sambil terkejat-kejat. Nampak walaupun tangannya terikat jari-jarinya mengepal seakan hendak meremas sesuatu. Dan kaki-kakinya yang meregang mengungkapkan betapa nikmat syahwat sedang melandanya. Itulah yang bisa ditampilkan olehnya dikarenakan tangan serta kakinya masih terikat ke ranjang.

Dan sang maling tanggap. Sebelum keburu Fatimah Kelelahan dia naik menindih tubuh istriku dan menuntun kont*lnya ke lubang vaginanya. Beberapa kali dia mengocok kecil sebelum akhirnya kemaluan yang lumayan gede dan panjangnya itu tembus dan amblas ditelan mem*k istriku.

Maling itu langsung mengayun-ayunkan kont*lnya ke lubang nikmat yang sepertinya disemangati oleh istriku dengan menggoyang dan mengangkat-angkat pantat dan pinggulnya agar kont*l itu bisa menyentuhi gerbang rahimnya.

Aku sendiri demikian terbakar birahi Menyaksikan peristiwa itu. Khususnya bagaimana wajah istriku dengan rambutnya yang berkeringat mawut jatugh ke dahi dan alisnya. kont*lku sangat tertahan oleh celana sempitku. Aku tak mampu melakukan apa-apa untuk Melepaskan dorongan syahwatku.

Genjotan maling itu semakin cepat dan sering. Aku pastikan bahwa maling itu sedang dirambati nikmat birahinya. kont*lnya yang semakin tegar kaku nampak licin berkilat karena cairan birahi yang melumurinya nampak seperti piston diesel keluar masuk menembusi mem*k istriku. Aku bayangkan betapa nikmat melanda istriku. Dengan kondisinya yang tetap terikat di ranjang, pantatnya nampak naik turun atau mengegos menimpali pompan kont*l lelaki maling itu.

Sebentar lagi spermanya akan muncrat mengisi rongga kemaluan istriku. Dan nampaknya istrikupun akan mendapatkan orgasmenya kembali. Orgasme beruntun. Bukan main. Selama menikah aku bisa hitung berapa kali dia berkejat-kejat menjemput orgasmenya. Namun bersama maling ini tidak sampai 1 jam dia hendak menjemput orgasmenya yang ke dua.

Saat-saat puncak orgasme serta ejakulasinya semakin dekat, lelaki itu mendekatkan wajahnya ke wajah Fatimah dan tangannya meraih kemudian melepas lakban di mulut istriku. Namun dia tak memberinya kesempatan untuk teriak. Mulutnya langsung menyumpal mulut istriku. Aku saksikan mereka saling berpagut. Dan itu bukan pagutan paksa. Istriku nampak menimpali lumatan bibir maling itu. Mereka tenggelam dalam nikmatnya pagutan. Dan ahh.. ahh.. aahh..

Maling itu melepas cepat pagutannya dan sedikit bangkit. Dia menyambar pisau dapur yang masih ada di dekatnya. Dengan masing-masing sekali sabetan kedua ikatan tangan Fatimah terbebas. Dan pisau itu langsung dilemparkannya ke lantai. Tangan maling itu cepat memeluki tubuh istriku serta bibirnya memagutinya. Dan tanpa ayal dan ragu begitu terbebas tangan istriku langsung memeluki tubuh lelaki maling ini. Kini aku menyaksikan persetubuhan yang nyaris sempurna. Lelaki maling bersama Fatimah istriku langsung tenggelam mendekati puncak syahwatnya.
HinggaaE|

aEsAarrcchh.. Cantikk.. Aku keluaarr..
Hhoohh.. Ampun
enaknyaa..aEt

Istriku juga mendesis hebat, tak ada omongan namun jelas, dia kembali meraih orgasmenya. Dengan tangannya yang bebas dia bisa melampiaskan gelegak birahinya. Tangannya mencakar punggung maling itu dan menancapkan kukunya. Nampak bilur sejajar memanjang di kanan kiri punggungnya merembes kemerahan. Punggung maling itu sempat terluka dan berdarah.

Masih beberapa saat mereka dalam satu pelukan sebelum pada akhirnya lelaki maling itu bangkit dan menarik kont*lnya dari kemaluan istriku. Aku langsung menyaksikan spermanya yang kental melimpah tumpah dan meleleh dari lubang vagina Fatimah. Sesaat mata maling itu melihati tubuh istriku yang nampak lunglai. Dia lantas bergerak efektif.

Maling itu turun dari ranjang, memakai celana dan T.Shirt-nya. Dia mencopot selembar sarung bantal. Dia mengeluarkan dari kantongnya HP-ku dan HP istriku, jam tangan, perhiasan dan segepok uang simpananku, mungkin hanya sekitar 500-an ribu rupiah. Dia masukkan hasil curiannya ke sarung bantal itu. Tak sampai 2 menit sejak turun ranjang dia langsung keluar dan kabur meninggalkan aku yang masih terikat tak berdaya di lantai dan Fatimah yang telanjang sesudah diperkosanya. Dia telah mencuri barang-barangku dan menikmati tubuh dan kemaluan istriku.

Fatimah nampak bengong sambil melihati aku,

aEsMaaf, maass.. Aku harus memuaskan nafsu syahwatnya agar dia tidak menyakiti Mas..aEt Fatimah sudah siap dengan alibinya. Aku hanya diam. Nikmat seksual memang bisa mengubah banyak hal.

Hingga kini, sesudah 8 tahun menikah hingga mempunyai 2 anak aib itu tak pernah diketahui orang. Kami sepakat menyimpannya dalam-dalam.

Sesekali kulihat istriku bengong. Aku memakluminya. Setidaknya memang postur tubuhku serta kaliber kemaluanku tak mungkin mengimbangi milik lelaki maling itu.

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.

pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.

Menikmati Tubuh Grea

Menikmati Tubuh Grea

Menikmati Tubuh Grea

Menikmati Tubuh Gea
Tiba-tiba Harlan memeluk tubuh Ghea erat-erat. Ghea mengamuk hebat. Kedua tangannya memukuli dada Harlan. Harlan malah tertawa-tawa senang.

"Jangan kurang ajar, Mas! Jangan kurang ajar!" teriak Ghea panik ketika bibir Harlan berusaha hendak meraih bibirnya.

Sekuat mungkin Ghea berusaha memberontak. Tapi saying usahanya sia-sia. Harlan sendiri malah semakin liar menjamah tubuhnya. Sambil menciumi wajahnya sebelah tangang pemuda itu meremas-remas payudara Ghea dengan penuh nafsu.

"Lepaskan aku, Mas! Lepaskan aku! Kalau nggak aku akan berteriak!"

"Berteriaklah! Disini nggak bakalan ada yang menolongmu!" ujar Harlan sambil menyeringai mengerikan.

Kali ini ketakutan Ghea benr-benar sudah diambang batas. Rasanya dia sulit untuk menghindar dari Harlan yang tengah kalap mencumbunya. Namun untuk pasrah begitu saja Ghea tidak mau. Dengan sekuat tenaga dia berusaha memberontak hebat. Tapi setiap kali usahanya selalu kandas. Tenaganya kalah kuat dibandingkan Harlan yang bertubuh tinggi besar. Bahkan dengan kasar sekali tiba-tiba Harlan menyeret tangan Ghea ke dalam kamar tidurnya.

"Mas, jangan, Mas! Jangan"!" pinta Ghea memelas.

Sedikitpun Harlan tidak mempedulikan permohonan gadis itu. Dia menindih tubuh ramping itu rapat-rapat di atas ranjangnya. Sambil menindih tangan Harlan mulai meraih gaun yang dikenakan Ghea. Tapi Ghea malah memberontak hebat. Mungkin karena saking kesalnya Harlan lalu merobek pakaian yang dikenakan Ghea.

Bret! Bret!

Ghea memekik ketakutan. Seketika bagian atas tubuhnya terkuak lebar menampakkan kedua belah payudaranya yang putih mulus dan membusung indah. Tak puas melihat keadaan itu, tangan Harlan kembali merenggut bra penutup kedua belah payudara gadis itu. Tentu saja hal itu membuat kedua buah dada putih mulus milik Ghea yang berukuran cukup besar terkuak menantang dengan kedua ujungnya yang coklat kemerahan tanpa penghalang apapun.

Melihat pemandangan yang begitu menggairahkan, Harlan seperti kesurupan. Serta merta dia segera menciumi dan menjilati kedua buah dada gadis itu yang putih mulus, membusung kencang dan padat berisi. Ghea kewalahan bukan main menghadapi ciuman-ciuman Harlan yang kasar. Sekuat mungkin dia menjambak rambut pemuda itu yang sedang melumat dan menghisap-hisap putting payudaranya dengan buas.

"Brengsek! Kalau kamu nggak menuruti kemauanku, kubunuh kamu.!"

Tiba-tiba Harlan mengeluarkan sebilah pisau belati yang disembunyikan di kaki. Ghea ketakutan setengah mati melihat mata pisau di tangan Harlan yang berkilauan.

"Jangan, Mas! Jangan"!" pinta Ghea tak dapat lagi menyembunyikan air matanya.
Tapi Harlan yang tengah kesurupan obat bius mana mau menuruti permintaan Ghea. Dia malah kemudian mulai menanggalkan rok yang dikenakan gadis itu dan juga celana dalamnya hingga Ghea menjadi polos tanpa sehelai benangpun yang menutupi kulit tubuhnya yang putih bersih. Mata Harlan dengan nanar menatap kemaluan Ghea yang ditumbuhi bulu-bulu hitam yang cukup lebat, sungguh indah menantang. Harlan yakin kalau kemaluan Ghea masih suci belum pernah dijamah siapapun.

Puas melepaskan pakaian yang dikenakan Ghea, Harlan pun mulai menanggalkan pakaiannya sendiri hingga bugil. Ghea begidik ngeri melihat penis Harlan yang besar sudah berdiri tegang. Lalu Harlan kembali menindih tubuh putih mulus dan ramping milik Ghea yang sudah telanjang itu dan kembali menciumi kedua payudara Ghea yang berbau harum itu. Harlan terus menciumi payudara gadis cantik itu, mulutnya kadang juga menghisap-hisap putting susu Ghea hingga putting susu gadis cantik itu mengeras. Sementara tangannya secara bergantian juga meremas-remas payudara Ghea yang padat dan kenyal itu.

Ghea mendesis-desis hebat. Ingin sebenarnya dia memberontak cumbuan-cumbuan kurang ajar itu. Namun sayang dia tidak berani melihat mata pisau di tangan Harlan yang terus mengancamnya. Akhirnya gadis cantik itu hanya pasrah melayani cumbuan-cumbuan Harlan.

Harlan sendiri malah semakin kurang ajar. Kedua tangannya lalu menyibak sepasang paha putih mulus milik Ghea hingga terbuka lebar. Ghea berusaha bertahan tapi dia tak berdaya. Tubuh Ghea tersentak saat tangan Harlan menjamah kemaluannya yang amat sensitive dan belum pernah dijamah siapapun.
"Kumohon, Mas! Jangan lakukan itu! Kasihani aku, Mas!" pinta Ghea dengan napas tak karuan.

Tapi lagi-lagi Harlan hanya menyeringai, lalu kepalanya menunduk dan dengan penuh nafsu menciumi dan menjilati belahan kewanitaan Ghea. Gadis cantik itu menjerit kaget, tubuhnya seketika mengejang dan menggeliat. Sementara mulut Harlan terus menciumi dan menjilati belahan kewanitaan Ghea yang masih sempit dan berwarna kemerahan itu, Harlan dapat mencium bau harum yang khas dari belahan kewanitaan Ghea. Beberapa saat kemudian belahan kewanitaan Ghea mulai basah oleh cairan yang keluar dari dalam lubang kewanitaannya bercampur dengan ludah Harlan.

Setelah puas Harlan mulai melampiaskan nafsunya. Pemuda itu merangkak naik keatas dan langsung menindih tubuh Ghea yang masih dalam posisi terkangkang lebar. Mendadak Ghea membelalak lebar. Kedua boal matanya itu dialihkan ke bawah bagian tubuhnya ketika Harlan tengah berusaha merenggut kesuciannya. Ghea dapat merasakan kejantanan Harlan yang keras dan kasar mendesak-desak pada belahan kewanitaannya berusaha menerobos masuk ke dalam lubang kewanitaannya. Berulang-ulang Harlan melakukannya, namun belum berhasil karena belahan kewanitaan Ghea memang masih perawan dan masih amat sempit sekali. Harlan berkali-kali menggeram kecewa keringatnya sudah membasahi tubuhnya dan juga tubuh putih mulus yang sedang ditindihnya. Sebaliknya Ghea ketakutan setengah mati.

Akhirnya Harlan berhasil merenggut kesucian Ghea dengan kasar sekali. Seketika Ghea menjerit keras. Tubuhnya yang ramping sampai terhenyak ke depan dan terkulai lemas. Tapi Harlan tak mempedulikannya. Ia terus menggeluti Ghea dengan hentakan-hentakan tubuhnya yang khas. Penisnya tampak keluar masuk pada lubang kewanitaan Ghea. Pada saat itu darah keperawanan Ghea mulai membasahi pangkal pahanya.

"Biadab kau, Mas...!" tangis Ghea memelas dibawah tindihan tubuh Harlan.
Seperti tidak terpengaruh oleh isak tangisan Ghea, Harlan terus menyetubuhi gadis cantik itu. Lambat laun gerakan tubuh Harlan semakin liar, penisnya semakin cepat keluar masuk mengoyak lubang vagina Ghea, keringatnya juga sudah membasahi sekujur tubuhnya dan juga tubuh putih mulus Ghea. Akhirnya Harlan melenguh tertahan dan mengejang ketika penisnya menyemburkan sperma di dalam lubang vagina Ghea dengan amat banyak hingga membanjiri lubang vagina gadis cantik itu.

Puas melampiaskan hajatnya, Harlan tertawa-tawa menang sambil membiarkan penisnya masih terbenam di dalam lubang vagina Ghea. Sebaliknya Ghea menangis sedih. Ghea lalu mendorong tubuh Harlan yang masih menindihnya hingga bergelimpang ke samping dan penisnya tercabut dari lubang vaginanya. Ghea dengan cepat mengenakan pakaiannya kembali, berkali-kali gadis cantik itu mendesis-desis penuh kemarahan. Harlan hanya memandangi Ghea yang mengenakan BH-nya menutupi payudaranya yang putih mulus, padat dan kencang yang masih basah oleh keringat bercampur ludahnya. Lalu Ghea memakai celana dalamnya, tampak kemaluannya yang berbulu cukup lebat masih basah oleh sperma bercampur darah keperawanannya.

"Bajingan kau, Mas! Bajingan!" tangis Ghea histeris.
Begitu selesai mengenakan pakaiannya kembali, Ghea pun segera berlari keluar.

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.

pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.

Si Gina Keenakkan saat Bermain Seks

PSK solo

Si Gina Keenakkan saat Bermain Seks

Ini cerita kejadian pada waktu aku sedang ada masalah dengan pacarku, namanya Gina, tinggi badannya 160 cm, berat 57 kg, kulit putih bersih, bra 36B. Namaku panggil saja Andi. Pacarku itu sangat seksi karena bokongnya menonjol ke belakang dan pinggangnya kecil jadi kata temanku dia sangat montok.


Masalahnya kami sedang bosan satu sama lain, karena hubungan kami sudah 2 tahun sementara untuk pikiran menikah masih dibahas tidak kunjung selesai karena ada faktor X diantara kami. Untuk menghilangkan kebosanan pada saat kami berhubungan badan dia sering membayangkan yang melakukan hal ini dengan batang kemaluan yang besar dan hot, batang kemaluanku sendiri panjangnya 15 cm dan diameter 2,5 cm, katanya kurang? dan karena saat itu aku sedang sibuk kerja di kantor maka kalau sedang berhubungan badan, biasanya bisa 30 menit di luar pemanasan, pemanasan biasanya 30 menit juga mulai dari atas sampai menjilat liang kemaluan, sekarang pemanasan 15 menit dan hubungan badan 5 menit. Wah, dia protes setiap selesai berhubungan badan, sudah pasti saya keluar duluan sementara dia naik saja belum. Sementara saya juga tidak terpikir untuk menyeleweng dan dia juga menjaga perasaan saya dengan tidak menyeleweng, tapi yang terjadi kami sering berantem kecil-kecilan dan dia kalau diajak berhubungan badan sering malas.



Ceritanya sendiri kami jalan-jalan malam itu kurang lebih jam 9.00 malam berkeliling di daerah Thamrin. Sambil jalan kami membicarakan masalah hubungan badan, dia protes karena kondisiku yang tidak berubah. Dia bicara begini, Andi, aku bosen nih kamu kalau hubungan sekarang cepet banget, kan Gina belum puas, katanya merengek.

Habis aku lagi capai sih.. kataku.
Ah, gitu terus alasannya.. katanya.
Yaa bukan gitu dong.. tapi lagi bener tidak fit, kataku.
Tapi aku kan jadi suntuk nih, kepalaku sering nyut-nyutan, aku jadi kepengen banget badanku digerayangin sama cowok lain! Aku pengen gituan yang hot yang lama 2 jam dan batang kemaluannya gede, kata Gina.
Enak kali ya.. sama bule, katanya menyambung.
Memang kamu berani Gin.. kataku sedikit cemburu tapi ada perasaan lain ingin menantang dia.
Yaa, iyalah.. tapi aku kan tidak enak sama kamu, katanya.
Memang kamu pengen batang kemaluan yang gede dan yang hot? tanyaku.
Yaa.. habis kamu kalau hubungan sepertinya sudah tidak full lagi tegangnya dan mana cepet lagi. Pusing aku, tahu! katanya.
Yaa.. sudah kalau gitu sini kamu tiduran biar tidak pusing.
Kemudian jok kursinya dia mundurkan dan dia rebahan di pangkuanku, tangan kiriku langsung membelai rambutnya.



Terus kupijat kepalanya dan ternyata dia keenakan, lalu merem pelan-pelan. Tanganku turun ke leher, pundak dan ke dadanya. Kuremas perlahan, dia diam saja, kancing bajunya satu persatu kubuka sambil mobil jalan terus berputar di sekitar Monas dan Sabang. Perlahan tanganku meremas buah dadanya ternyata sudah mengeras. Dadanya montok, bentuknya bulat penuh dengan puting berwarna merah jambu. Ketika kusuruh melepas branya, dia langsung membuka kancing branya dan melepas bra tersebut sehingga buah dadanya yang montok itu menantang keluar kedua-duanya karena bajunya sudah kupinggirkan ke samping. Dengan leluasa tangan dan jari-jariku bermain meremas dan memijat pelan putingnya yang telah mengeras.

Akkhh.. desah Gina keenakan.

Mhh.. enak Gin.. tanyaku.
Iyyaa.. desahnya keenakan.
Jari tanganku lalu turun ke bawah mengusap perut dan pusarnya, terus ke bawah membuka kancing celana jeans-nya dan menarik reitsletingnya. Srett.. terbuka sudah dan perlahan jari ini menyentuh bulu-bulu halus di atas bibir kemaluannya. Kemudian kuremas perlahan dan kuusap.
Aakhh.. Andii.. keenakan rupanya dia dan.., Aduuhh, aku pengen batang kemaluan yang gede Ndii.. Wah mulai deh dia ingin berhubungan badan.
Yang lamaa.. yang hot.. akhh.. desah dia keenakan.



Jariku naik turun dari dada ke sekitar liang kemaluannya, dengan perasaan cemburu aku bertanya kepadanya, Kamu mau sama yang gede kayak bule Gin..? tanyaku.

Mauu.. desahnya sambil badannya bergetar.
Wah, kepalang tanggung nih pikiranku jadi kotor.
Kamu pengen yang hot yaa? tanyaku lagi.
Akhh.. aahh iyaa.. katanya.
Ya sudah kamu cari aja.. kataku penasaran ingin membuktikan kepadanya.
Pikir-pikir dari pada dia main di belakang lebih baik terus terang kalau memang berani.



Ketika di jalan sekitar McDonald, kulihat ada bule sendirian di pinggir jalan sedang berdiri, badannya besar dan tinggi. Aku melihat dia sedang mencari bantuan. Ketika kulihat, dia juga melihat. Setelah sekali putar kulihat dia masih di tempat, sementara jariku sedang merayap di sekitar bibir kemaluan Gina, kemudian mobil kupinggirkan. Ehh, bule itu mendekati mobil kami, Gina tidak tahu kalau kaca jendela kubuka. Dia pikir aku ke pinggir karena capai keliling terus, jadi dia biarkan saja dadanya terbuka dengan putingnya yang mengeras dan bulu-bulu halus yang terlihat dari luar. Bule tersebut mendekat dari sisi pintu Gina dan melihat ke dalam sambil berbicara,

Maukah anda menolong saya.. ups.. maaf.. katanya sambil terbelalak matanya.
Dia kaget melihat posisi Gina terlihat buah dadanya yang putih mulus keluar dengan puting yang telah mengeras dan bulu halus kemaluan Gina terpampang tepat di wajahnya. Karena badannya menjorok ke dalam pada saat berbicara.



Gina tidak kalah kaget. Lhoo? dia segera bangkit dari tidurnya dan merapikan kemejanya.

Kok kamu tidak bilang kalau ada orang sih.. wajahnya merah karena malu.
Sudah tidak apa-apa.. kataku tersenyum, lalu aku bilang ke bulenya, Maaf, ini pacar saya. Apa yang bisa saya bantu.
Setelah tenang sedikit sambil melihat ke Gina dia bilang, Mobil saya rusak dan tidak ada bantuan, kata si bule.
Mobil saya rusak dan saya sudah minta tolong teman saya tapi teman saya sedang pergi jadi saya tunggu di sini, katanya lagi.
Ya sudah, anda masuk saja ke belakang, kataku.
Ooh ya, terima kasih.. katanya sambil melirik ke arah Gina.
Dia naik dan duduk di belakang. Sementara Gina masih kaget sedikit tapi melihat bule itu ganteng (katanya) dia perlahan protes, Aku kan malu.. katanya.
Katanya pengen bule, kataku berbisik.
Tapi kan tidak begini dong.. katanya merajuk.
Kulihat dia tidak marah berarti dia juga kemungkinan suka.



Aah ya, saya Andi, kataku bersalaman, Dan ini Gina..

Sambil tersenyum mereka berdua bersalaman dan terus mengobrol basa-basi dari mana dan seterusnya. Setelah basa-basi selesai lalu dia bilang, Kamu punya body bagus Gin..
Gina mencubit pahaku, Aku kan maluu..
Terus aku bilang, Katanya kamu pengen tahu Gin, gedenya seberapa, kataku.
Yaa, aku kan cuma.. kata dia tidak meneruskan karena si bule (namanya Chalued) menyeletuk.
Kalau kamu pengen tahu, kamu lihat saja, katanya sambil tersenyum.
Tidak apa-apa kok.. kata si bule.



Aku yang sudah penasaran sejak tadi oleh keinginan Gina terus menimpali, Ya sudah Gin.. kamu ke belakang saja Gin.. kataku.

Aakhh, tidak ahh. Gila kali.. kata Gina tersenyum.
Ya tidak, kan cuma lihat saja biar kamu tidak penasaran, kataku.
Eeh, si bule bilang mengenai hal tersebut tidak jadi masalah kalau di negaranya (Prancis) di sana mereka sudah bebas kalau suka ya bilang suka.



Kalau kamu penasaran ya lihat saja, katanya tersenyum.

Karena terus diajak bicara dan Gina antusias mendengarnya akhirnya dia mau juga ke belakang.
Lihat saja yaa.. kata Gina tersenyum malu.
Kemudian kujalankan mobil ke jalan Menteng, sementara Chal kulihat segera membuka kancing celananya dan reitsletingnya terus menarik ke bawah celananya. Gina yang duduk di sampingnya melihat keluar jendela sampai Chal mengeluarkan batang kemaluannya yang besar walaupun belum tegang sekali.
Hai.. lihat ini, katanya sambil tangan kirinya memegang batang kemaluannya sendiri dan tangan kanannya memegang tangan kiri Gina.
Gina melihat batang kemaluan bule itu dan terlihat wajahnya menegang terpaku melihat batang kemaluan yang besar berwarna putih dengan kepala batang kemaluan seperti topi baja. Sementara aku menyetir terus dan dapat melihat melalui spion atas kelakuan mereka berdua di belakang.



Kamu lihat ini dan pegang saja! kata Chal.

Wihh takut akhh.. desah Gina dengan suara serak.
Tidak apa-apa biar kamu tidak penasaran lagi, kata Chal.
Gina terpaku melihat batang kemaluan Chal di samping tangannya. Chal mengambil inisiatif, langsung dia mencium pipi Gina perlahan, karena Gina diam saja maka wajah Gina dipegangnya dan.. Gila dia mencium bibir Gina dengan perlahan dan perlahan kulihat Gina membalas ciuman itu dengan membuka bibirnya serta merta Chal melumat bibir itu dan memasukkan lidahnya.



Emmhh.. desah Gina perlahan.

Kamu suka Gin.. bisik Chal di kuping Gina.
Melihat reaksi positif dari Gina, tangan kiri Gina diarahkan untuk memegang batang kemaluan besar yang telah menyembul dari atas celananya. Ternyata Chal sudah melepaskan celananya berikut celana dalamnya sampai di paha. Walaupun belum keras tapi sudah berdiri tegak batang kemaluan itu berikut bijinya yang ditutupi rambut kemaluan. Gina mulai memegang batang kemaluan itu dan ternyata walaupun masih lemas jari telunjuk dan ibu jarinya tidak dapat bersentuhan (membuat bentuk huruf O) membuat Gina penasaran dan melihat secara jelas bentuk batang kemaluan bule tersebut dan mendesah, Aakkhh gedee bangeet.. desahnya dengan suara parau dan wajah memerah.



Wah, kudengar dia sudah birahi, panik juga aku. Kemudian Chal sambil mencium telinga Gina berbisik, Kamu kocokin dong.. desah si bule tidak tahan keenakan.

Wah sudah lupa mereka berdua, katanya hanya lihat saja, kok minta dipegangi dan dikocok lagi. Eeh, ternyata Gina menuruti permintaan Chal dan perlahan jari-jari tangannya meremas dan mulai mengurut ke atas dan ke bawah dan dalam relatif singkat batang kemaluan bule tersebut berdiri dengan kokohnya di tangan Gina. Panjangnya lebih dari batang kemaluanku atau lebih kurang 22 cm dan diameternya sekitar 4 sampai 5 cm.



Emmhh.. akhh.. desah mereka berdua di jok belakang.

Makin lama semakin hot saja mereka berdua, sementara tangan Gina terus mengocok kejantanan Chal. Chal pun dengan nafsunya mengulum bibir Gina dan jemarinya dengan cepat membuka kancing kemeja Gina, karena Gina belum mengancingkan semua kancingnya (sengaja barangkali) maka kemeja tersebut dengan cepat terbuka semua dan dengan sigap tangan dan jari Chal langsung meremas susu Gina yang ternyata telah mengeras dan menonjol.



Akhh enak Chal.. desah Gina menggelinjang. Baju itu disingkirkan ke samping dan begitu bibir Gina dilepas ciumannya maka mulut Chal langsung mendekat ke dada Gina sambil terus meremas perlahan. Puting Gina dihisap sambil dijilat, gundukan daging dada berganti-ganti sehingga, Akhh.. uuff.. erang Gina keenakan. Wajah Gina sudah menengadah ke atas dengan posisi pasrah, sementara tangan kirinya terus mengocok batang kemaluan Chal yang besar dan penuh digenggamannya dengan makin cepat, kadang-kadang diremas batang kemaluan itu dengan kuat tanda dia sudah tidak tahan karena rangsangan yang ada pada sekujur tubuhnya dan bergetar badannya.



Ooohh.. Anndii.. desahnya keenakan lupa kalau yang sedang bersamanya itu si Chal. Tangan kanan Gina menekan kepala Chal ke dadanya sementara tangan kirinya sudah tidak beraturan mengocok batang kemaluan besar dan menariknya ke atas seakan-akan ingin digesekkan atau dimasukkan ke dalam liang kemaluannya sendiri dan seakan-akan memaksa untuk segera dituntaskan semuanya.



Chal menyadari yang diminta Gina dan tangan kiri Chal segera membuka kancing celana Gina dan menarik ke bawah reitsleting celana Gina. Tahu atau pura-pura tidak tahu Gina membiarkan tangan itu membuka reitsleting dan dengan mengangkat sedikit pantat Gina tangan Chal itu berhasil meloloskan celana panjang berikut celana dalam Gina yang berwarna hitam tipis terbawa tertarik ke bawah. Celana itu tertarik hingga di tengah paha Gina di atas dengkul Gina sedikit. Tersembul sudah batang paha Gina yang putih mulus dan gundukan kemaluan Gina yang ditutupi oleh rambut kemaluannya yang halus berwarna hitam ikal.



Kamu mulus sekali Ginn.. bisik Chal sambil tangannya mengusap paha jenjang milik Gina.

Ahh kamuu.. Gina tersenyum keenakan dan mata memerah. Keadaan mereka berdua sudah sama-sama dengan celana yang telah merosot dan posisi celana mereka berdua telah berada di atas dengkul masing-masing. Gina hanya mendesah dan menggelinjangkan pinggulnya sambil merenggangkan paha atasnya ketika jari-jari Chal itu mulai merayap perlahan, mengelus dan menekan sekitar atas kemaluan Gina yang ditumbuhi bulu-bulu halus dan menyebarkan aroma yang khas dari kemaluan Gina. Mereka benar-benar telah tidak memperhatikanku yang membawa mobil dengan perlahan sekali dan terus memperhatikan kelakuan mereka berdua yang sudah seperti orang kepanasan.



Mereka sama-sama mendesah dan mengerang perlahan.

Saya suka sekali wanita Indonesia.. desah Chal.
Wanginya sangat enak sekali, kata Chal sambil mendesah.
Emmhh.. desah Gina sambil mengerakkan pinggulnya ke kiri dan ke kanan. Sementara batang kemaluanku sendiri sudah kukeluarkan sejak tadi dan perlahan kukocok sendiri, Sialan, makiku dalam hati, cemburu tapi enak juga aku melihatnya serasa menonton film BF beneran di depan mata lagi. Jari bule itu mulai menyentuh belahan kemaluan dan mengusap perlahan terus dari atas ke bawah. Belahan kemaluan Gina sudah terlihat basah dan menjadi licin di sekitar belahan tersebut dan semakin lama menyebarkan aroma yang membuat Chal dan aku menjadi makin terangsang. Tangan Gina sudah terlepas dari mengocok batang kemaluan itu dan kedua tangan itu terkulai lemas meremas kepala Chal dan kadang-kadang mengusap punggung Chal dengan sangat merangsang sekali. Chal sabar sekali sementara tangan kiri dan jarinya terus membelai belahan kemaluan Gina, tangan kanannya terlihat meremas buah dada Gina, sementara itu mulutnya menghisap puting Gina yang telah mengeras serta menjilati permukaan dari gundukan buah dada Gina atau mengulum bibir Gina dengan emosi yang teratur.



Kurang lebih 20 menit Chal telah merangsang sekujur tubuh Gina sementara baju Gina telah terlepas membuat dia leluasa menggerayangi sekujur tubuh putih mulus itu. Terlihat Gina tersenyum puas dan memasrahkan diri sepenuhnya untuk diraba dan diremas oleh jari Chal dan Chal pun menciumi seluruh tubuh Gina yang telah polos sampai ke punggung pun dia ciumi dengan penuh gairah. Suatu pemandangan yang eksotik dan luar biasa, kupandangi kekasihku digerayangi dan dilumat habis seluruh badannya dan wajahnya tapi aku tidak cemburu, malah terasa puas dan bernafsu sendiri melihat adegan tersebut.


Sungguh sensasi luar biasa. Gina sudah bugil setengah badan ke atas tanpa sehelai benang pun di tubuh atasnya terlihat tonjolan buah dadanya yang putih bulat penuh mengeras dengan puting merah jambu dan sementara itu celana panjang Gina telah merosot sampai ke bawah dengkulnya sehingga dengan makin leluasa jemari bule tersebut meremas gumpalan daging kemaluan Gina dan jari tengahnya terus menggesek belahan kemaluan tersebut. Chal terus membelai belahan kemaluan Gina tanpa dia berusaha memasukkan jari tengah tersebut ke dalam kemaluan Gina yang telah terpampang dengan pasrah. Sementara Gina telah dalam posisi setengah rebahan dengan kaki terbuka atau bisa disebut mengangkangkan kakinya.



Chal melihat Gina sudah pasrah dan seluruh badannya bergetar seperti menahan sesuatu segera merubah posisi badannya menghadap ke Gina. Dia berlutut di depan Gina yang telah mengangkangkan kakinya sehingga posisi badannya sekarang telah berada di antara kedua kaki Gina yang mengangkang lebar dan lubang kemaluannya yang telah terlihat jelas telah basah. Karena posisi yang sempit di belakang mobil maka Chal mendorong dan melipat kursi di sampingku ke depan.


Wah aku takut juga kalau sampai batang kemaluan Chal yang panjang dan besar itu telah siap-siap mengarahkan ke belahan kemaluan Gina yang telah menantikan dengan mata terpejam dan mulut yang terbuka dengan desahan, Jangan Chal.. desah Gina.

Takuut.. erang Gina.
Tidak apa-apa.. sakitnya hanya sebentar, desah Chal sambil mengambil posisi sementara tangannya terus merayap di sekujur tubuh Gina.
Tapi aku takut tidak muaat.. nanti kemaluanku robeek.. kata Gina sambil ketakutan melihat batang kemaluan Chal yang benar-benar luar biasa besarnya telah berada di depan permukaan kemaluannya.



Kamu harus mencobanya Gin.. pelan-pelan saja.. desah Chal sambil mulai mengarahkan batang kemaluannya ke lubang kemaluan Gina yang telah terbuka sedikit akibat jari-jari Chal yang terus membelai belahan kemaluan Gina. Rupanya Gina benar-benar takut dan membuatku juga ketakutan. Wah, bahaya nih kalau sampai ada apa-apa aku juga yang ketimpa pulungnya, kami berdua juga nanti menanggung resikonya. Mobil segera kupinggirkan di sisi jalan yang agak gelap dan kuhentikan secara perlahan. Setelah kurasa aman di sekitar jalan aku segera membalikkan tubuhku ke belakang untuk melihat lebih jelas lagi.

Kamu jangan takut, saya tempelkan saja dahulu batang kemaluan ini sampai kamu nanti mau.. kata Chal merayu sambil lidahnya menjilati sekitar kuping Gina. Gina yang keenakan lalu membiarkan Chal melanjutkan aksinya, dengan menjepit pinggang Chal dengan kedua kakinya, Gina melihat batang kemaluan Chal yang besar itu ditempelkan tepat di belahan kemaluan Gina yang telah basah hanya setengah ke bawah menempel tepat di lubang kemaluan Gina sedangkan setengah lagi berada di atas belahan Gina, Gina merasa dengan posisi yang aman menerima kuluman Chal dan merasakan batang kemaluan besar milik Chal mulai secara perlahan menggeser di belahan kemaluannya.

Oohh.. Chal.. enaakk.. emmhh.. erang Gina.

Uuuff.. desah Chal keenakan.
Yaa enakk Gin.. kata Chal.
Teruss digeseek dan ditekan Chal.. pinta Gina.
Ya sayang.. kata Chal mulai mempercepat gesekan di belahan kemaluan Gina. Dengan cara naik turun posisi badan Chal terlihat seperti ingin naik dan tidak.
Tekan teruuss Chal.. erang Gina yang makin lama semakin keenakan.
Enaakk.. oohh.. puasin aku Chal.. ahkk.. desah Gina dengan suara yang telah parau.



Posisi kaki Gina telah mengangkang dengan lebar membuat Chal lebih leluasa menggerakkan badannya kadang naik-turun dan kadang mendorongkan batang kemaluannya ke depan sehingga lebih menekan belahan kemaluan Gina. Kulihat kemaluan Gina telah terbelah bibir kemaluannya karena tekanan batang kemaluan Chal yang terus bergerak menekan belahan bibir kemaluan Gina, sementara terlihat batang kemaluan Chal mulai mengambil posisi setengah ke atas, batangnya yang menggeser belahan bibir kemaluan Gina dengan sedikit tekanan yang terus menerus. Kepala batang kemaluan Chal mulai secara beraturan menyentuh dan mendorong klitoris Gina yang telah terbuka.



Aahh.. aduuhh.. ennaakk.. sshh, desah Gina sementara tangan Gina telah berada di belakang punggung Chal dan sambil menekan pantat Chal, Gina membetulkan arah gerakan batang kemaluan Chal yang terus berusaha mendobrak klitoris Gina.

Emh.. uff.. erang Chal menahan sesuatu. Aku tahu dia sudah ingin menerobos masuk ke dalam lubang kemaluan Gina tapi kerena Gina tidak mengatakannya dia berusaha menahan keinginannya yang telah di kepalanya.



Chal.. Chal.. eeng.. Gina bergumam, aku tahu kalau Gina telah siap dimasuki oleh batang kemaluan besar itu. Terlihat tangan Gina gerakannya sekarang mendorong dan menarik pantat Chal sedangkan posisi kepala batang kemaluan Chal telah terbenam melewati klitoris Gina. Terlihat batang kemaluan itu mulai bergerak mengikuti arahan Gina mencoba untuk terus menerobos liang kemaluan Gina yang terasa sempit sekali untuk ukuran batang kemaluan sebesar Chal. Kepala Gina sudah menengadah ke atas dengan mata terbelalak tinggal putihnya, sementara mulutnya terbuka mengerang, Ahhkk.. sakiitt.. ahh.. Chal menahan aksinya dengan mulai menarik kepala batang kemaluannya yang telah terbenam di dalam kemaluan Gina. Dia melihat Gina dan ada perasaan sedikit takut dan ragu untuk meneruskan aksinya.

Ginaa.. Ginnaa.. akhh, desah Chal meminta kepastian kesiapan Gina apakah seluruh batang kemaluannya dapat menerobos masuk ke dalam kemaluan Gina. Tapi Gina sudah tidak dapat berkata-kata karena mulutnya hanya dapat menganga terbuka.

Ekhh.. akkhh.. oohkk, dengan keraguan Chal terus melanjutkan aksinya dengan posisi sama seperti sebelumnya. Terlihat batang kemaluan Chal terus berusaha menekan lubang kemaluan Gina dengan kepala batang kemaluannya yang besar itu, tapi dia menarik kembali ketika Gina mulai seperti orang tercekik dan mulutnya yang mengerang kesakitan.



Uuff.. uff.. uuff.. desah Chal sambil terus memajukan dan menarik pantatnya dan makin lama semakin cepat dan terlihat begitu liar gerakan keduanya. Kepala batang kemaluan Chal terus menekan klitoris Gina berulang-ulang kadang masuk kadang di luar bibir kemaluan. Akhh.. akhh.. akhh.. engg.. engg.. aakhh.. eengg.. Gina mencengkeram pantat Chal kuat-kuat dan akibat sundulan kepala batang kemaluan, Oohh.. akuu.. keluaarr.. Chal.. uuff.. aahh.. enaak.. erang Gina kelonjotan dan bergetar seluruh badan Gina di dalam pelukan Chal. Chal merasakan siraman air hangat dari dalam lubang kemaluan Gina yang terus mengalir membasahi batang dan kepala batang kemaluannya, membuat batang kemaluan itu menjadi mengkilap dan basah.


Kamuu.. keluar Giinn.. sayaa.. jugaa mauu.. uuff.. uuff.. aahh.. aahh.. desah Chal dengan nafas berirama, nafasnya terdengar keras.

Eeennakk.. oohh akuu.. puaass, Gina terus mengerang karena terus merasakan sundulan kepala batang kemaluan Chal di dalam kemaluan dan gesekan batang kemaluan Chal di bibir dan dinding luar kemaluannya. Ternyata hanya sebatas leher kepala batang kemaluan Chal yang dapat terbenam di dalam lubang kemaluan Gina dan terasa terus menggesek dinding kemaluan Gina terus menerus.
Teruss.. Chal.. tekan teruuss.. oohh.. oohh.. benar enak.. ahh.. Gina tersenyum puas melihat Chal masih terus berusaha memberikan rangsangan di sekitar dinding kemaluannya. Chal melihat Gina tersenyum dan ikut tersenyum puas.
Kamu puass.. Gin.. enak.. kan.. senyum Chal sambil menjilat bibirnya sendiri dengan lidahnya.
Biar kamuu.. puaas Ginn.. kata Chal sambil terus menghujamkan sepertiga batang kemaluannya ke dalam liang kemaluan Gina.



Terdengar bunyi, Sleepp.. ahhkk.. sleepp.. brreet.. rupanya kemaluan Gina terus semakin basah dan semakin licin untuk batang kemaluan Chal yang terjepit di lubang kemaluan Gina.

Gilaa.. kamuu rapat sekali lubangnya.. uuffhh.. susah.. Ginn.. untuk masuk.. Chal penasaran sekali dengan kemaluan Gina yang terlalu sempit. Gila memang, batang kemaluan Chal yang besar itu berhasil menggelosor keluar masuk di lubang kemaluan Gina, posisi Gina sudah ditindih oleh badan Chal. Kulihat mereka berdua telah telanjang bulat saling merapatkan dan menggesekkan badannya. Sementara kulihat juga pantat Chal melakukan irama naik turun dan kadang diselingi gerakan mendorong dan menarik.



Benar-benar membuat penasaran karena gerakan Chal, aku merubah posisi duduk ke belakang mereka, tanpa mereka sadari aku melihat dengan jelas batang kemaluan Chal yang besar dan panjang itu sebagian telah keluar masuk di dalam kemaluan Gina, sementara gerakan mereka makin lama semakin lincah karena kemaluan Gina terus mengeluarkan cairan yang membuat batang kemaluan Chal terus dapat menerobos dinding kemaluan Gina.



Aakkhh.. uuff.. eennak.. aahh.. teruuss.. tekan.. sayang.. aahh.. ngg.. aku mau batang kemaluan gedee.. ahh enaak ngentot.. Gina kelojotan dihujami batang kemaluan bule walaupun belum semua batang kemaluan Chal masuk menembus kemaluan Gina. Tangan Gina terus memberikan remasan di pantat Chal dan kadang menekan pantat itu ke bawah.



Kamuu kuat.. Ginaa.. kemaluan kamu masih sempit.. sayang.. oohh.. nikmatnya.. kemaluan.. kamuu.. enak.. adduuhh batang kemaluan sayaa.. dijepit aah enak.. haa.. haa.. mhh.. ennak.. Chal tersenyum melihat Gina merem-melek keenakan. Sleep.. poof.. sleep.. poof.. breett.. aahh.. sleep.. breet.. breet.. gerakan pantatnya menekan dua kali dan memutar dua kali pada saat posisinya menekan, terlihat pantatnya kempes memberikan tekanan agar batang kemaluannya lebih masuk lagi ke dalam kemaluan Gina setelah 2 sampai 3 kali menekan batang kemaluannya ke dalam pada saat menekan terakhir, pantat Chal memutar ke kiri dua dan ke kanan dua kali.

Gila, Gina sudah tidak sempat lagi bergerak, posisinya hanya mengangkangkan kakinya lebar-lebar terlihat jari-jari kakinya menegang dan tangannya hanya dapat memegang punggung Chal dan sekali menjambak rambut Chal kadang-kadang seperti orang kehilangan pegangan menggapai-gapai mencari pegangan. Sementara nafasnya terdengar tidak beraturan yang ada hanya lenguhan dan lenguhan disertai erangan panjang.


Dengan gerakan itu Chal telah melakukan gerakan menghujamkan kemaluan Gina yang tadinya hanya menggesek-gesek bibir kemaluan Gina, sekarang batang kemaluannya telah masuk menembus dinding kemaluan Gina yang sempit dan basah. Terlihat bibir kemaluan Gina tertarik keluar dan terdorong masuk mengikuti gerakan batang kemaluan Chal, tiga puluh menit mereka berdua saling menerima dan memberikan kepuasan. Terlihat keringat telah membasahi badan mereka berdua.


Kamuu berbalik Gina.. desah Chal, lalu Chal menarik batang kemaluannya, terdengar bunyi Plooff.. dan Gina mengambil posisi menunggingkan pantatnya (gaya anjing) dengan satu kaki di atas jok dan satu kaki di karpet mobil sementara tangannya memegang sandaran jok belakang ini, posisi yang disukai bule dan tentunya kami juga. Melihat bibir kemaluan Gina dengan jelas telah terbuka sehingga terlihat cairan di pinggiran kemaluan Gina yang telah banyak mengeluarkan air kewanitaannya. Sementara klitorisnya terus bergerak mencari sesuatu untuk digesekkan, Chal mengambil posisi tepat di belakang pantat Gina setelah lima kali meremas bongkahan daging pantat Gina dengan remasan penuh nafsu. Sekali menguakkan kemaluan Gina dengan jarinya terlihat daging dalam kemaluan Gina yang berwarna merah karena terlalu lama digesekkan batang kemaluan Chal. Dengan sedikit demi sedikit Chal mulai menempelkan kepala batang kemaluannya dibelahan kemaluan Gina dan terus menggesekkan kepala batang kemaluan tersebut ke atas dan ke bawah belahan kemaluan Gina.


Aahh.. ennaak.. Chal.. desah Gina terpejam.

Nikmatnya batang kemaluan kamuu.. enak.. Chal.. setelah delapan gesekan naik turun Gina mendesah.
Masukin Chal.. aku mau ngentot.. yang enak.. aahhk, dengan sedikit hentakan kepala batang kemaluan Chal mulai menerobos dinding kemaluan Gina. Perlahan melakukan gerakan maju mundur dan makin lama semakin terasa gerakan pantat Chal. Terlihat mulai membuat batang kemaluan Chal sebagian tenggelam di dalam kemaluan Gina.
Ahhk.. aakhh.. uuff.. ahkk.. enaak.. aahh.. oohhkk.. yaa.. teruus.. akhh.. haak! haak! hak! Chal terlihat mengeram dengan nafas yang memburu begitu juga Gina.
Ookk.. yak.. yak.. Chal mulai dengan gerakan sepenuhnya tangannya memegang pinggul Gina untuk menahan gerakan akibat dorongan batang kemaluan Chal yang menghujam semakin dalam ke dalam kemaluan Gina.



Hee.. aakhh.. okh.. nafas Chal memburu dengan cepat sementara gerakan batang kemaluannya di dalam kemaluan Gina terus keluar masuk dan kadang berputar seperti mengebor kemaluan Gina.

Akhh.. aakhh.. eennak.. giila.. gila.. aakhh.. aduh.. duh.. gila.. mentok.. ahh.. batangnya mentook.. aahk ennak mmffhh.. terus.. yaa terus.. erang Gina. Sementara kepalanya terdorong dan berputar menambah makin seksi dilihat oleh Chal.



Giinaa.. enak.. aahk.. akhh.. gilaa.. masuk.. semuaa.. Ginn.. enaak.. mmffhh aakhh puas, gilaa.. kamu.. kuat aakh.. Chal terus menghujamkan batang kemaluannya dalam-dalam ke lubang kemaluan Gina. Sementara Gina hanya bisa mengerang dan menjerit ketika kepala batang kemaluan Chal mentok di dinding rahimnya.

Aku keluarr lagi.. Chal.. aahk ah.. ahk enak.. erang Gina terpejam.



Telah 20 menit Chal memainkan batang kemaluannya di dalam kemaluan Gina, keringatnya telah menetes ke punggung Gina. Sementara punggung Gina telah terdapat lima bekas gigitan Chal, tiga di pundak Gina dua di leher belakang Gina. Sungguh buas si Chal ini kalau sedang bersetubuh, kadang-kadang tangannya meremas buah dada Gina dan meremas serta menarik ke bawah sehingga memberikan dorongan lebih menekan batang kemaluan Chal. Gina benar-benar sudah lemas dan tidak bertenaga lagi. Kepalanya sudah rebah ke jok mobil, sementara tangannya terkulai lemas, terlihat rambutnya telah basah semua dan badannya telah bermandikan keringat.


Aahk Chal, aku.. lemes.. gila.. keluarin Chal.. pinta Gina memelas.

Yaa.. akh yak.. duh.. yaa.. Ginn.. aku keluarin.. huu.. huuf.. aakh.. enaak kemaluan kamu.. akh aku mau keluarr.. aakh akh gila! Enaak.. ahh.. aku mamu keluaar.. aahh.. hak.. haakk.. uuff.. oohk.. kamu hebat Ginn.. Chal melakukan gerakan sangat cepat menghentakkan batang kemaluannya sampai berbunyi, Cepaak.. cepakk.. beradu pantat Gina dengan paha Gina dan bunyi peraduan kemaluan dan batang kemaluan.
Breet.. bret.. plooff.. broot.. ploof.. brot.. broot.. poof.. broot.. ahk.. ya.. Gina yang mengetahui Chal mulai menghentakkan batang kemaluannya dalam-dalam melakukan gerakan liar memutar dan menghisap serta memijat batang kemaluan Chal dengan lubang kemaluannya.
Akuu juga.. mau keluar.. ahh.. lagi.. Chal.. gila.. aahh.. ahh.. keluaar.. haa.. enak.. Chal tersenyum puas sambil tangannya meremas payudara Gina dan mulutnya mencium bibir Gina yang telah terkulai lemas di jok mobilku.



Keadaan menjadi hening lebih kurang lima menit, Chal tetap dalam posisi memeluk Gina dari belakang kudengar mereka berbisik dan berbicara perlahan sementara batang kemaluan Chal walaupun sudah mengeluarkan maninya di dalam kemaluan Gina terlihat masih berada di dalam kemaluan Gina, belum menyusut mengecil dan terlepas. Setelah saling membersihkan keringat dengan tissue, kami pulang dengan perasaan masing-masing puas telah saling memberikan kepuasan kepada pasangannya.

Kumpulan Cerita Seks, Cerita Dewasa, Foto Bugil. Cerita Mesum, Pemerkosaan, Ngentot ABG, Pesta Seks, Malam Pertama. Daun Muda, Hilangnya Keparawan, Perselingkuhan, Sedarah, Setengah Baya, Memek SMP, Memek SMA, Ngentot Gratis, Vudeo Bokep, Video Pemerkosaan, Penganiayaan, Telanjang, Foto Bugil.

pecinta-facebook.blogspot.com adalah situs dewasa yang menyajikan cerita-cerita seks dewasa, dan foto seks yang dimana ini hanya untuk hiburan saja.