Ceritaku ini adalah pengalaman pertamaku melakukan hubungan seks, yang uniknya juga dengan pacar pertamaku. Namaku Panji dan pacarku bernama Keke. Kami satu sekolah di Jakarta dan kami resmi menjadi pacar di kelas 3 setelah sekitar setahun sering pulang bareng karena rumah kami searah.
Keke sendiri adalah seorang gadis yang bertubuh mungil, tingginya mungkin tidak lebih dari 155 cm dan bertubuh kurus, namun memiliki ukuran payudara yang besar, mungkin seukuran dengan payudara Febby Febiola. Sampai-sampai teman-temanku sering berkata kalau nafsu seksnya pun pasti besar. Tapi bukan itu yang jadi penyebab aku mencintainya, sikap manja dan tawanya yang lepas membuatku senang bersama dan bercanda dengannya.
Hubungan pacaran kami layaknya gaya pacaran remaja era 90-an, tidak lebih dari nonton bioskop atau makan di restoran cepat saji. Tapi memang setelah pulang sekolah aku sering mampir ke rumahnya untuk ngobrol atau mengerjakan tugas bareng. Biasanya ada ibunya dan adik laki-lakinya yang masih smp.
Sehari menjelang acara liburan perpisahan sekolah kami, seperti biasa aku mengantarnya pulang dan mampir ke rumahnya. Ternyata hari itu ibunya sedang ke Kota Malang bersama adiknya untuk menjenguk kakaknya yang kuliah dan sedang sakit di sana. Sedangkan bapaknya memang biasa pulang malam. Jadilah kami hanya berdua di rumah tersebut.
"Mau nonton VCD ga? Aku punya VCD baru ni," katanya seperti biasa dengan ceria. "Boleh," sahutku. "Bentar ya, aku mo ganti baju dulu, bau," katanya sambil beranjak ke kamarnya. Aku pun memasukkan keping VCD ke dalam VCD playernya sambil menunggunya ganti baju.
Tidak lama dia pun kembali ke ruang tengah dengan celana pendek sekitar 20 cm di atas lutut dan kaos ketat. Kami pun menonton film dengan duduk bersebelahan di sofanya. Film yang kami tonton adalah film Armageddon.
Kugenggang tangannya dan menariknya menempelkan bahunya dengan bahuku, dia pun merapat dan lenganku pun kini berada di atas payudaranya yang kenyal. Dia sudah terbiasa dengan hal ini, toh biasanya pun seperti itu tiap kali nonton di bioskop atau di perjalanan.
Semakin lama posisi duduknya makin bergeser dan kini dia tiduran dengan kepalanya berada di atas pahaku. "Cantiknya gadisku ini," pikirku dalam hati. Tanganku pun kuletakkan di atas perutnya. Ketika adegan ada adegan panas di film, kurasakan nafasnya berubah. Terus terang aku pun merasa terangsang, pelan-pelan kugeser telapak tanganku ke atas payudaranya, tapi dia menolaknya.
Karena terbawa suasana, kucium keningnya dan dia tersenyum kepadaku. Kulanjutkan dengan mengecup pipi dan bibirnya, lagi-lagi dia tersenyum. Itu adalah ciuman pertama kami. Ciuman yang awalnya hanya menempel kurang dari sedetik, kini sudah menjadi ciuman penuh nafsu. Lidah kami saling bermain dan tanganku pun sudah meremas-remas payudaranya.
Tiba-tiba dia bangun dan duduk di sebelahku, "udah ya, nanti keterusan lagi". "Sorry ya, abis kamu gemesin sih. Tau ngga, itu tadi ciuman pertamaku lho," ujarku polos. "sammma," jawabnya lagi sambil menampilkan senyumnya yang bikin makin cinta itu. Kami pun meneruskan menonton film dan hanya menonton.
Setelah film selesai, dia bangkit dari duduknya, "Mau ke mana?" tanyaku. "Mau beresin baju dulu buat besok," jawabnya. Memang besok kami akan pergi ke luar kota bersama seluruh teman satu sekolah.
"Mau dibantuin?" tanyaku. "Ayo," jawabnya sambil berjalan menuju kamarnya. Aku pun mengikutinya ke kamarnya dan inilah pertama kalinya aku masuk ke kamarnya. Kamarnya betul-betul menunjukkan kalau dia masih manja, dengan cat pink dan tumpukan boneka di atas ranjangnya.
Dia mulai mengeluarkan baju-bajunya. "Yang ini jangan dibawa, terlalu seksi," kataku ketika dia mengeluarkan bajunya yang memang tipis dan berbelahan dada besar. "Jangan protes doang, nih beresin sekalian," jawabnya seolah protes dengan memasang wajah ngambek, tapi lagi-lagi tetap terlihat manja.
Aku pun mengambil alih lemarinya dan kupilih-pilih baju yang kupikir cocok untuk dibawanya. Tiba-tiba muncul ide isengku untuk memilihkan juga pakaian dalamnya. Kuambil satu yang berwarna krim, "ih jangan pegang-pegang yang itu" jerit manjanya sambil berusaha merebut dari tanganku. Aku pun berlari menghindar, "Wah ini toh bungkusnya, gede juga," candaku.
Dia pun menarik tanganku dan memelukku untuk merebut bra dari tanganku yang lain. Segera saja kucium lagi bibirnya dan dia pun membalas ciumanku. "emmmh…emhhh," suaranya mendesah sambil tangannya memegang tanganku.
Kudorong tubuhnya ke ranjang sambil terus berciuman. Kini posisiku ada di atasnya dan menempel di tubuhnya. Terasa betul payudara kenyalnya di dadaku. Kugeser tubuhku ke sampingnya agar dapat meremas payudaranya. "emmmh…emhhhhh…emhhhh," desahnya makin jelas dan kini tangannya sudah menyentuh penisku dari luar celanaku. "Sudah nafsu banget," pikirku.
Perlahan-lahan kumasukkan tanganku ke dalam kaosnya dan meremas payudaranya langsung. Kuangkat ke atas kaosnya sehingga kini terpampang payudaranya yang besar terbungkus bra krim. Segera kuciumi kedua payudaranya dan tidak lama dia pun melepas sendiri bra tersebut. Benar-benar payudara yang besar dan indah, warnanya kecoklatan dengan puting yang lebih gelap.
Kumainkan kedua putingnya, kujilati bergantian. "emmmh….emhhhh…kamu juga buka dong," pintanya sambil menahan desah. Segera kubuka baju seragam dan celana sekolahku hingga tinggal celana dalam, kulanjutkan dengan membuka celana pendeknya. "celana dalamnya jangan," tolaknya ketika aku akan menarik lepas celana dalam coklatnya.
Kulanjutkan jilatan-jilatanku di puting payudaranya, tangan kiriku memainkan puting yang satu lagi, sedangkan tangan kananku menggesek-gesek vaginanya dari luar celana dalam. "Enak?" tanyaku. Dia hanya mengangguk sambil meremas-remas penisku dari luar celana dalam. Tiba-tiba dia menarik keluar penisku. "dibuka aja ya?" tanyaku sambil kubuka celana dalamku.
Tangannya makin kuat meremas-remas penisku, sementara tangan kananku mulai memasuki vaginanya dari samping celana dalamnya. Kugesekkan jari telunjukku ke bibir vaginanya yang sudah basah. Pelan-pelan kumasukkan jariku ke dalam vaginanya, kulihat kepalanya mendongak ke atas sambil terus mendesah.
"Boleh dimasukin ga?" tanyaku sambil menatap wajahnya yang sekarang menjadi begitu seksi. "Pelan-pelan ya," jawabnya dengan nafas terengah-engah. Mendapat persetujuan, aku pun berdiri di bawah ranjangnya dan di antara kedua kakinya. Kutarik lepas celana dalamnya sehingga kini untuk pertama kalinya aku melihat langsung vagina seorang gadis.
Vaginanya berwarna coklat dan kedua bibir vaginanya begitu rapat seolah tidak ada lubang di sana. Bulu-bulu kemaluannya yang tipis sudah terkena lendir-lendir yang keluar dari vaginanya ketika kumasukkan jari telunjukku tadi. Kucium vagina tersebut, "iiiihh, apaan sih. Jangan dicium, jijik ah, " tolaknya sambil kedua telapak tangannya menutup vaginanya.
"Abis imut sih," kataku sambil tersenyum kepadanya. Kulepaskan kedua tangan yang menutupinya dan langsung kugesek-gesekkan penisku ke vaginanya. Sesekali kujilat-jilat kedua putingnya. "ehmmm…ehhhhm…." lenguhnya makin tidak jelas. "Ji, masukin ji, masukin….emmmhhhh," pintanya.
Segera kudorong penisku memasuki lubang vaginanya, begitu sempit namun karena sudah dipenuhi cairan-cairan, akibat rangsangan tadi, perlahan-lahan penisku kun menembus vaginanya. "Oooooooh…ohhhhhhh," kali ini aku pun ikut mendesah keenakan.
Setelah penisku masuk seluruhnya, kurasakan denyutan-denyutan vaginanya menjepit kepala penisku, begitu nikmat. Kutatap wajahnya, mata kami pun berpandangan seolah membuat kesepakatan untuk mulai memompa.
Kutarik pelan-pelan penisku lalu kumasukkan kembali pelan-pelan. "Ji, enak banget ji. Aduh enak banget….emmmmhh," teriaknya makin meracau. Semakin lama kocokan penisku semakin kencang. Kedua tanganku pun terus memainkan kedua puting payudaranya, sambil sesekali meremasnya dan menjilatnya.
Dia pun menarik tubuhku memeluknya. Kini tubuh kami serasa menempel, payudaranya menempel di dadaku yang telah berkeringat. Bibir kami berpagutan dan lidah kami saling membelit. Nikmat sekali. Hanya penisku yang masih bisa bergerak keluar masuk vaginanya.
"Ji…..ohhhhh…ohhhh….jiii ," tiba-tiba tubuhnya menegang kemudia lemas sebentar. "Kamu keluar ya?" tanyaku sambil menghentikan kocokan penisku namun masih terbenam di vaginanya."Iya, enak banget, enak banget. Kamu belum ya?" jawabnya sambil kepalanya menggeleng-geleng pelan seolah baru merasakan sangat enak.
Tidak kujawab pertanyaannya tapi kembali kukocok penisku. "Jangan cepet-cepet, masih geli," pesannya. Karena memang sebetulnya aku pun hampir ejakulasi, tidak lama kemudian aku pun mengeluarkan maniku. "Ohhhhhh…ohhhhh…ke….keee ," racauku sambil menyemprotkan maniku ke dalam vaginanya.
Kucabut penisku dan tidur di sebelahnya. "Enak banget, makasih ya ke," ucapku. Dia Cuma tersenyum dan memelukku dengan kepalanya bersandar di dadaku. Setelah itu kami pun mandi bersama.
Besoknya di acara liburan perpisahan sekolah, kami menjadi semakin rapat seperti sepasang pengantin baru. Kami pun beberapa kali mengulangi aktivitas seks di rumahnya. Hingga akhirnya kami berpisah jarak karena harus kuliah di kota yang berbeda dan berujung dengan putus karena sulit mempertahankan pacaran jarak jauh.
Jumat, 03 Mei 2013
Regukan Hangat Seorang Pembantu
Para pembaca Cerita Dewasa perkenalkan nama ku Gana,umurku kini 24 tahun.Cerita yang akan kuceritakan ini sebetulnya sudah terjadi hampir 8 tahun yang lalu.Bisa dikatakan itulah pengalaman sex pertama ku bersama seorang wanita.
Pada saat itu aku tinggal di sebuah kota kecil di Sumatera Barat.Maklum tuntutan ekonomi yang tinggi di Kota besar seperti Jakart membuat keluarga ku pindah ke kota asal ayah tiri ku.Rumah yang kutinggali saat itu cukup besar,bangunan dua tingkat dengan 3 kamar tidur,3 kamar mandi,dan 1 kamar pembantu.Namun yang jadi masalah,sedikit angker...ihhh,karena rumah ku itu dibangun tahun 1949.Di rumah itu aku tinggal dengan kedua orang tua ku,adik dan 1 orang pembantu.
Ok,singkat kata,ceritaku ini berfokus pada pembantuku itu.Namanya Eneng,singkat saja tidak mempunyai nama panjang.Setidaknya sampai peristiwa itu,eneng telah bekerja untuk keluargaku selama 6 tahun.Untuk umur,dia sendiri sebetulnya tidak mengetahui umurnya berapa,maklum dia orang kampung asli,yg tinggalnya saja dulu di hutan tanpa listrik.Tapi yang jelas dia seorang istri yang dengan 5 anak.Menurut cerita ibu ku.Pembantuku ini menikah saat usianya masih remaja dengan seorang jawara di kampungnya.Entah karena akibat mempelajari ilmu hitam atau memang sudah tidak waras,suami bi eneng(panggilanku ke pembantuku) ingin membunuh istrinya dengan cara menggorok lehernya...ihhh.Karena takut hal itu terjadi,bi eneng pun kabur dari rumahnya,dan kemudian setelah melalui jalan cerita sedikit rumit bi eneng pun bekerja sebagai pembantu di rumahku dikala umurku 9 tahun.Oh ya untuk urusan body,bi eneng memiliki kulit kuning langsat dengan tinggi 155 cm,berat sekitar 40 kg dan bra terhitung kecil,tapi standarlah.Urusan muka,yah terhitung manis untuk seorang wanita kampung.
Sebetulnya bi eneng sudah menjadi bahan masturbasiku ketika umurku 12 tahun.Saat itu aku tak sengaja melihatnya mandi,dasar orang kampung,dia ga ngerti cara menguci pintu yang bermodel kunci tekan.Hmm..waktu itu kulihat payudara dengan puting kecoklatan,serta posisi bi eneng yang seng mencukur vaginanya dengan silet.Pada saat itu aku hanya bisa menutup pintu kamar mandi dan membayangkannya sebagai bahan masturbasi.
Inti ceritaku ini,berawal dari ada sepupuku yang hendak menikah di jakarta.Lantas kedua orang tuaku beserta adik ku yang kala itu masih balita pergi ke jakarta selama 3 hari.Aku sendiri memilih tidak ikut karena sekolah ku waktu itu sedikit ketat untuk urusan absensi.
Selain masalah absensi sekolah yang sedikit ketat,seingatku,aku baru pulang dari camping yang diadakan pramuka sekolah ku selama 3 hari ditengah hutan.Alhasil badan sedkit meriang karena masuk angin.
Aku:"bi,kok badanku kok meriang ya?mana si ibu lagi pergi lagi..."
Bi eneng:"mungkin si aden masuk angin kali,kan pulang camping mah pasti makan ama tidur ga teratur den.."
Aku:"kata orang kalo dikerokin cepet keluar ya bi anginnya?aku belom pernah bi.."
Bi eneng::ah si aden kumaha..kalo yang bibu tau mah kalo masuk angin ya dikerok,ga ada lain den..aden mau dikerok ama bibi?tapi sok makan dulu itu,nanti abis makan bibi kerokin sekalian dibalur pake minyak ama bawang merah.."
Aku:"makasih ya bi..."
Setelah makan malam,aku mencari bi eneng di kamarnya.Rumanya dia sedang sibuk mengulek jahe,dan bawang merah dicampur minyak sayur.Wow sungguh bi eneng wanita yang telaten.
Dengan koin 50 rupiah bi eneng mengerok badanku yang masuk angin di ruang keluarga,tepatnya diatas karpet sembari nonton sinetron favorit bi eneng kala itu.Rupanya dikerok itu rasanya sakit,membuatku berteriak teriak dengan badan ku yang bergoyang goyang bak cacing kepanasan.Setelah tato alami itu selesai dibuat..hehehe,
Bi eneng:"sok den di buka baju celananya,mau bibi balur pake ini seklian dipijit,biasanya mah cepet keluar angin nya.."
Aku"ah malu bi,mang kalo pake baju ga bisa?"
Bi eneng:"atu kumaha den,namanya juga dipijet,atuh harus ngeresep ramuannya ke kulit den.Ah lagian si aden kan dulu berangkat sekolah si bibi yang mandiin"
Dikarenakan badan yang tidak enak aku pun membuka seluruh pakaian ku terkecuali celana dalam.Dengan posisi tengkurap,aku dipijat oleh bi enang.Hmm..walaupun tangannya sedikit kasar,tapi rasa pijatannya sungguh nikmat.Apalagi pas area paha,rasanya sangat membangkitkan gairahku.Sesekali tangan bi eneng menelusup ke dalam celana dalam ku.Yang tak kusangka,tanpa jijik bi eneng mengoleskan minyak ramuannya itu ke dalam pantatku juga,sampai bagian lubang anus!
Bi eneng:"maaf ya den pantatnya,kata si ambu dulu,kalo mau cepet keluar anginnya,itu juga haru dibalur den.."
Aku:"ah si bibi,panas nih pantat,emang ga jijik apa bi?"
Bi eneng:"yah namanya sakit menderita sedikit mah ga apa tuh den,biar sembuh.Lagian si aden mah openan bibi dari kecil,jadi ga jijik den..."
Setelah area belakang,bi eneng menyuruhku berbalik badan,dan mulai memijat kepala,hingga ke dada dengan minyak ramuannya itu.
Bi eneng:"den,ari celana nya dibuka aja gimana?itu burungnya sekalian diurut,kan aden masa pertumbuhan,jadi kalo diurut bisa gede den.."
Aku:"ah si bibi kayak mak erot aja,lagian ga ah,segini aja dah malu..."
Namun entah angin apa,aku berubah pikiran.Mungkin karena masa remaja yang selalu menganggap penisnya kecil,berbeda halnya dengan aktor porno yg penisnya besar.
Perlahan tapi cekatan,tangan bi eneng membuka celana dalam ku.Dalam hati ku pun berpikir,apa wanita yang aku perkirakan berumur 35 tahun ini sedang rindu belaian lelaki?maklumlah,wanita yang sudah pernah menikahkan biasanya sangat tidak bisa menahan rasa digauli suaminya.Sedangkan bi eneng ini,paling tidak pada saat peristiwa itu,sudah 6 tahun tidak digauli sang suami.
Bi eneng:"aih..si aden atos mangguk mangguk burungnya..puntennya ya den.."
Aku:"sok bi.."
Sebagai awal,bi eneng mengoleskan minyak ramuannya itu ke batang penis dan buah zakarku.Pada waktu itu memang ukuran penis ku terasa tidak begitu besar,mungkin karena urutan dari bi eneng inilah,sekarang penis sangat membanggakan ukurannya(trims bi eneng,i love you pul...).Kembali ke cerita..
Bi nampak lihat dalam memijat area kejantananku itu,dengan sedikit menekan dia mengurut bagian antara buah zakar dan pantatku.Rasanya membuat penis semakin tegang dan ingin pecah.Sesekali aku meng aduh karena tak kuasa menaha gairah ini.
Gerakan setengah mengocok dan mengurut di batang penis ku membuat sperma ku tak tahan juga untuk keluar.Tanpa sengaja semprotan sperma ku mengenai pakaian bi eneng.
Bi eneng:"wah si aden udah bisaan ya..ini baju bibi ampe basah,sok atuh udah selesai,aden istirahat dulu,bibi juga capek,abis nyuci terus langsung ngerokin aden kan.."
Aku:"iya bi makasih ya,udah enakan nih bi badan aku,nah bibi td nyuci dulu sebelumnya?kl gitu aku deh yang gantian mijitin bibi.."
Bi eneng:"ah ga usah den makasih,nanti apa kata ibu,nanti bibi mijit sendiri aja di kamar,biasanya juga gitu den.."
Aku:"yah makanya ibu jangan tau,lagian kalo tau juga ga apa,namanya orang capek,dipijet wajarkan..tapi bibi buka baju juga ya,biar aku pijet pake minyak ramuan bibi tadi?"
Bi eneng:"ah si aden,malu bibi den...."
Aku:"lah tadi bibi bisa mijetin aku kayak gitu,aku ga malu,ayo dilepas kaos ama kain bawahannya.."
Dengan wajah memerah karena malu bi eneng membuka kaos dan kain yang melilit tubuh bagian bawahnya.Kemolekan tubuh bi eneng terlihat indah sekali kala itu,apalagi bi eneng tidak menggunakan bh,melainkan kain popok yang dililitkan di dadanya.Katanya kalo pake bh suka sakit kecentet putingnya.
Dengan masih menggunakan kain didadanya dan celana dalam,bi eneng kupakasa tidur tengkurap,lalu kuminta membuka ikatan kain didadanya dengan alasan menghalangi saat memijit..
Aku:."bi aku izin ke pantat ya?aku ini ngikutin cara bibi tadi loh..."
Bi eneng:"ah jangan den,jijik,jorok."
Aku:"tadi bibi mau,terus kenapa aku haru jijik,yah anggap aja aku balas budi,bibi dah mandiin aku dari kecil,nyebokin,sampe tadi mijitin aku kayak tadi.."
Bi eneng pung menganggukan kepalanya dengan ekspresi kebingungan.Tak perduli hal itu,aku membuka celana dalam bi eneng kemudian mulai membaluri pantat bahenol bi eneng.Aku membayangkan pantatnya yang empuk ini sebagai bantalan empuk saat aku menggoes bibi ala doggy style...hmmm.
Selanjutnya aku beralih ke anus bi eneng,kuoleskan dengan telunjuk minyak itu tepat di lubangnya.Awalnya aku jijik sekali,bahkan cenderung mau muntah,tapi apa dikata,praktek pornstar yang kutonton sering sekali seperti itu dan aku penasaran.Aroma dari minyak anus bibi seakan membiusku.Menjijikan memang,tapi bagi kalian yang telah mencobanya pasti kenikmatan.Lalu stelah licin,aku mulai mencolok lubang anus bi eneng.
8i eneng:"jangan den,tadi bibi ga gitu,jorok ih..."
Aku:"ga apa bi,ini namanya improvisasi,udah bibi nikmatin aja.."
Bi eneng:"jangan ah den.."
Aku:"ya udah kita sambil ngbrol aja ya?bibi sendiri kok bisa nikah pas seumuran saya?"
Bi eneng"ya abis dipaksa orang tua den,kita mah nurut aja.."
Aku"lah emang bibi ga bingung pas pertama kali haru ngelayani suami?"
Bi eneng:"ah si aden nanya nya...yah bingung juga sih den,tapi masa kita kalah ma kambing,mereka aja bisa kecil kecil kan den...yah pake gaya kambing aja pertama mah den hihihihi..."
Aku"wah gimana tuh gaya kambing bi?"
si bi eneng pun memperagakannya,dengan posisi nungging (terlihat lubang anusnya mekar,apalagi tadi kucolok dengan telunjuk ku)dan si lelaki menusukan penisnya ke vagina perempuan,sambil menaiki separuh pantat perempuannya bak naik motor.Seperti itu bi eneng menjelaskan
Aku:"ah itu namanya doggy style bi.."
Bi eneng:"apa itu doggy style den?ari bibi mah tara ngarti anu kitu den.."
Aku:"ya kayak bibi peragain tadi,yah kalo bahasa indonesianya gaya anjing bi,..bedanya lelakinya cuma diri dibelakang,ga naekin perempuannya..nih kayak gini bi.."
Memanfaatkan keadaan yang ada,dimana si bibi yang lugu sedang asyik membicarakan macam macam gaya sex,aku pun memulai pergerakan ku.
Aku:"ayo coba bibi nungging lagi.."
Bibi:"gini den?"
Aku:"bener...nah lelakinya diri di belakang pantat perempuannya bi,kayak gini(tanpa bibi sadari aku yang telanjang,telah menempel ke pantatnya)"
Bi eneng"ah ini mah ga jadi mijet bibi..tapi dilanjut aja ceritanya den,bibi mau tau macem macem gaya onggeng onggengan den hihihi,siapa nanti bibi punya suami jadi bisa muasin dia den..ari si aden tau dari mana?kan si aden mah masih SMA kelas 1?"
Aku:"ya aku ada filmnya..dilanjut ya bi...nah kalo dah berdiri dibelakang gini,dimasukin deh burung lelakinya kayak gini.."
Bi eneng"eh jangan ampe masuk den,pura pura aja,nanti ibu marah kalo tau"
Aku:"ah ibu kan di jakarta bi,tapi iya deh pura pura aja dulu.."
Bi eneng:"sok dilanjut den,gaya apa lagi?"
Aku:"nah gaya doggy style ini bisa juga bi di improvisasi..caranya,masukin burungnya buka ke memek bi tapi ke pantat..itu di bule lagi nge trend bi..."
Bi eneng:"ah aneh den,lagian pasti nyeri.."
Aku:"ngga bi asal dilonggarin dulu kayak tadi,dicolok pake jari bi.."
Bi eneng:"oh kayak tadi den?duh kumaha nya den,bibi penasaran rasanya gimana..abis suami bibi dulu begitu begitu aja den,mana udag tua jadi ga lama den,paling lama 5 menit udah tidur den.."
Aku"bener nih bi mau cobain yang kayak gitu?boleh?"
Bi eneng:"tapi aden ga jijik?yah bibi boleh aja asal jangan di memek ya den,takut keterusan den,lagian bibi penasaran den,
Aku:"ga jijik,ya udah di situ aja ya bi,saya mulai ya?
Bi eneng:"sok den.."
Aku :"bibi inget ya,jadi nanti bisa dipraktekin ama suami baru bibi nanti,pertama dijilatin dulu bi kayak gini.."
Bi eneng:"jangan den jorok.."
Aku:"udah diem perhatiin aja,diinget ya....sluurrp..hmm,enak juga bi,masih kenceng,kalo yang film aku,punya bulenya dah longgar.."
Bi eneng:"o gitu den?kalo bibi blm digituin den,mungkin masih kenceng jadinya,emang rasanya gimana den..?"
aku mencolokan telunjuku ke anus nya,kemudian menyodorkan telunjuk ku ke mulut bibi.."
Bi eneng"ah ga ada rasa den,cuma minyak kitu..."
Aku:"yah kalo punya sendiri mana kerasa,nah sekarang aku masukin ya,tapi ini dijilatin dulu bi burung aku supaya ga sakit nanti masuknya bi"
Bi eneng pun menilati penis ku bak profesional,maklum sudah berpengalaman.Setelah cukup basah dan tegang,bi eneng kusuruh nungging lagi,kemudian dengan perlahan kutusuk anus bi eneng.
Bi eneng:"aaauuuu.....sakit den,ampun,atos keluarkeun den..."
Aku:"ah pamali bi,dah masuk dikeluarin lagi,"
aku pun mulai menusuk semakin dalam dan teriakan dan tangis bi eneng semakin keras.Namun aku tak pedulikan itu,bahkan menambah kenikmatan sperti menonton film jepang..
Aku:"nah kalo udah agak lama mulai kerasa kan bi?"
Bi eneng:"iya den awalnya sakit banget den,bibi ga kuat,tapi sekarang mah agak sakit tapi enak den..ahhh kayak geli perut den...ahhh terus den yang kenceng...ahhhhh..."
Goyangan ku pun semakin kencang,sesekali kutepukan tanganku di pantat bi eneng yang bahenol.Kemudian denyutan penis ku semakin keras,dan crootsss!sperma ku menyembur di dalam anus bi eneng.Dan tanpa kusadari rupanya dari tadi bi eneng mengusap kencang vaginanya sehingga ia pun ikut orgasme.Tampak cairan putin keluar dari vagina bie eneng yang gundul berwarna coklat,serta sperma ku dari lubang anusnya yang berwana coklat kehitaman.Seakan lupa siap bi eneng,ku balikan tubuh bi eneng,lalu kutuban,sehingga posisi kami bak roti lapis.Lalu kukecup bibirnya sembari mengeyot ludah bie eneng..
Bi eneng:"aden bener mau ama bi?"
Aku:"mau bi"
Bi eneng:."tapi sekali aja ya den,bibi juga dah ga kuat.Terahir bibi begini 7 tahun yang lalu den."
Aku:"pantes cepet keluarnya.."
Bi eneng:"terima kasih ya den"
Aku:"iya sama sama bi,dilanjut ya?"
bi eneng pun menjawabnya dengan membuka selangkangannya lebar lebar.
tanpa banyak basa basi kutancapkan penis ke vagina bi eneng.Terasa sedikit longgar memang,maklum bi eneng sudah punya 5 anak.Namun begitu,rasa hangat vagina bi eneng cukup mengobatinya,tak hanya itu sedotan vagina bi eneng pun tersa menarik narik uterus ku.waw.
Aku:"aaaahhh,ennnak banget bhi..licin jadi ga sakit.."
Bi eneng":eehhmmm,iyah edden,tenaga aden juuuuga hebbbat.."
Sembari menggenjot seperti tukang becak,ku sibuk melumat bibirnya,tak lupa memeras meras payudara bi eneng,yang semakin lama semakin kencang dan tegang di bagian putingnya yang berwana coklat kehitaman.Sungguh aneh bin ajaib,cairan hangat terasa menyembur di dalam vagina bi eneng,ternya bi eneng orgasme.Wah aku merasa bangga sekali dimana perempuan kalah dan aku pemenangnya yang masih tahan lama.Imaginasi semakin melayang,kutarik penisku dan kusodok paksa penisku ke mulut bi eneng,tampak bi eneng meronta,tapi kutak peduli,kusodok sedalam mungkin sampai terasa tenggorokan bi eneng.Suhu panas mulut bi eneng membuat penis tak kuasa menahan orgasme yang melanda,crooots,semburan sperma ku memenuhi mulut bi eneng,walaupun sudah orgasme,penis ku tak cabut dari mulut bi eneng,bahkan kudorong terus dengan maksud mendorong sperma agar tertelan.hmmm..
Aku:"ahh nikmat bi,itu sperma ku obat awet muda loh bi..."
Bi eneng:"hhmm..agak eneg ya den,tapi bibi suka,bibi sedot ya den..?"
aku sedikit berteriak lantaran bi eneng menyedotnya dengan keras,dan digigit.Rasanya uterus ku ikut tertarik angin keluar...
Setelah adegan itu selesai.kami melanjutkannya dengan mandi bersama di bathub orang tuaku.Kulanjutkan agresi ku ke vagina dan anus bi eneng,bahkan aku mencoba jurus enema dengan air hangat yang membuat bi eneng merem melek...hmmm...
Pada saat itu aku tinggal di sebuah kota kecil di Sumatera Barat.Maklum tuntutan ekonomi yang tinggi di Kota besar seperti Jakart membuat keluarga ku pindah ke kota asal ayah tiri ku.Rumah yang kutinggali saat itu cukup besar,bangunan dua tingkat dengan 3 kamar tidur,3 kamar mandi,dan 1 kamar pembantu.Namun yang jadi masalah,sedikit angker...ihhh,karena rumah ku itu dibangun tahun 1949.Di rumah itu aku tinggal dengan kedua orang tua ku,adik dan 1 orang pembantu.
Ok,singkat kata,ceritaku ini berfokus pada pembantuku itu.Namanya Eneng,singkat saja tidak mempunyai nama panjang.Setidaknya sampai peristiwa itu,eneng telah bekerja untuk keluargaku selama 6 tahun.Untuk umur,dia sendiri sebetulnya tidak mengetahui umurnya berapa,maklum dia orang kampung asli,yg tinggalnya saja dulu di hutan tanpa listrik.Tapi yang jelas dia seorang istri yang dengan 5 anak.Menurut cerita ibu ku.Pembantuku ini menikah saat usianya masih remaja dengan seorang jawara di kampungnya.Entah karena akibat mempelajari ilmu hitam atau memang sudah tidak waras,suami bi eneng(panggilanku ke pembantuku) ingin membunuh istrinya dengan cara menggorok lehernya...ihhh.Karena takut hal itu terjadi,bi eneng pun kabur dari rumahnya,dan kemudian setelah melalui jalan cerita sedikit rumit bi eneng pun bekerja sebagai pembantu di rumahku dikala umurku 9 tahun.Oh ya untuk urusan body,bi eneng memiliki kulit kuning langsat dengan tinggi 155 cm,berat sekitar 40 kg dan bra terhitung kecil,tapi standarlah.Urusan muka,yah terhitung manis untuk seorang wanita kampung.
Sebetulnya bi eneng sudah menjadi bahan masturbasiku ketika umurku 12 tahun.Saat itu aku tak sengaja melihatnya mandi,dasar orang kampung,dia ga ngerti cara menguci pintu yang bermodel kunci tekan.Hmm..waktu itu kulihat payudara dengan puting kecoklatan,serta posisi bi eneng yang seng mencukur vaginanya dengan silet.Pada saat itu aku hanya bisa menutup pintu kamar mandi dan membayangkannya sebagai bahan masturbasi.
Inti ceritaku ini,berawal dari ada sepupuku yang hendak menikah di jakarta.Lantas kedua orang tuaku beserta adik ku yang kala itu masih balita pergi ke jakarta selama 3 hari.Aku sendiri memilih tidak ikut karena sekolah ku waktu itu sedikit ketat untuk urusan absensi.
Selain masalah absensi sekolah yang sedikit ketat,seingatku,aku baru pulang dari camping yang diadakan pramuka sekolah ku selama 3 hari ditengah hutan.Alhasil badan sedkit meriang karena masuk angin.
Aku:"bi,kok badanku kok meriang ya?mana si ibu lagi pergi lagi..."
Bi eneng:"mungkin si aden masuk angin kali,kan pulang camping mah pasti makan ama tidur ga teratur den.."
Aku:"kata orang kalo dikerokin cepet keluar ya bi anginnya?aku belom pernah bi.."
Bi eneng::ah si aden kumaha..kalo yang bibu tau mah kalo masuk angin ya dikerok,ga ada lain den..aden mau dikerok ama bibi?tapi sok makan dulu itu,nanti abis makan bibi kerokin sekalian dibalur pake minyak ama bawang merah.."
Aku:"makasih ya bi..."
Setelah makan malam,aku mencari bi eneng di kamarnya.Rumanya dia sedang sibuk mengulek jahe,dan bawang merah dicampur minyak sayur.Wow sungguh bi eneng wanita yang telaten.
Dengan koin 50 rupiah bi eneng mengerok badanku yang masuk angin di ruang keluarga,tepatnya diatas karpet sembari nonton sinetron favorit bi eneng kala itu.Rupanya dikerok itu rasanya sakit,membuatku berteriak teriak dengan badan ku yang bergoyang goyang bak cacing kepanasan.Setelah tato alami itu selesai dibuat..hehehe,
Bi eneng:"sok den di buka baju celananya,mau bibi balur pake ini seklian dipijit,biasanya mah cepet keluar angin nya.."
Aku"ah malu bi,mang kalo pake baju ga bisa?"
Bi eneng:"atu kumaha den,namanya juga dipijet,atuh harus ngeresep ramuannya ke kulit den.Ah lagian si aden kan dulu berangkat sekolah si bibi yang mandiin"
Dikarenakan badan yang tidak enak aku pun membuka seluruh pakaian ku terkecuali celana dalam.Dengan posisi tengkurap,aku dipijat oleh bi enang.Hmm..walaupun tangannya sedikit kasar,tapi rasa pijatannya sungguh nikmat.Apalagi pas area paha,rasanya sangat membangkitkan gairahku.Sesekali tangan bi eneng menelusup ke dalam celana dalam ku.Yang tak kusangka,tanpa jijik bi eneng mengoleskan minyak ramuannya itu ke dalam pantatku juga,sampai bagian lubang anus!
Bi eneng:"maaf ya den pantatnya,kata si ambu dulu,kalo mau cepet keluar anginnya,itu juga haru dibalur den.."
Aku:"ah si bibi,panas nih pantat,emang ga jijik apa bi?"
Bi eneng:"yah namanya sakit menderita sedikit mah ga apa tuh den,biar sembuh.Lagian si aden mah openan bibi dari kecil,jadi ga jijik den..."
Setelah area belakang,bi eneng menyuruhku berbalik badan,dan mulai memijat kepala,hingga ke dada dengan minyak ramuannya itu.
Bi eneng:"den,ari celana nya dibuka aja gimana?itu burungnya sekalian diurut,kan aden masa pertumbuhan,jadi kalo diurut bisa gede den.."
Aku:"ah si bibi kayak mak erot aja,lagian ga ah,segini aja dah malu..."
Namun entah angin apa,aku berubah pikiran.Mungkin karena masa remaja yang selalu menganggap penisnya kecil,berbeda halnya dengan aktor porno yg penisnya besar.
Perlahan tapi cekatan,tangan bi eneng membuka celana dalam ku.Dalam hati ku pun berpikir,apa wanita yang aku perkirakan berumur 35 tahun ini sedang rindu belaian lelaki?maklumlah,wanita yang sudah pernah menikahkan biasanya sangat tidak bisa menahan rasa digauli suaminya.Sedangkan bi eneng ini,paling tidak pada saat peristiwa itu,sudah 6 tahun tidak digauli sang suami.
Bi eneng:"aih..si aden atos mangguk mangguk burungnya..puntennya ya den.."
Aku:"sok bi.."
Sebagai awal,bi eneng mengoleskan minyak ramuannya itu ke batang penis dan buah zakarku.Pada waktu itu memang ukuran penis ku terasa tidak begitu besar,mungkin karena urutan dari bi eneng inilah,sekarang penis sangat membanggakan ukurannya(trims bi eneng,i love you pul...).Kembali ke cerita..
Bi nampak lihat dalam memijat area kejantananku itu,dengan sedikit menekan dia mengurut bagian antara buah zakar dan pantatku.Rasanya membuat penis semakin tegang dan ingin pecah.Sesekali aku meng aduh karena tak kuasa menaha gairah ini.
Gerakan setengah mengocok dan mengurut di batang penis ku membuat sperma ku tak tahan juga untuk keluar.Tanpa sengaja semprotan sperma ku mengenai pakaian bi eneng.
Bi eneng:"wah si aden udah bisaan ya..ini baju bibi ampe basah,sok atuh udah selesai,aden istirahat dulu,bibi juga capek,abis nyuci terus langsung ngerokin aden kan.."
Aku:"iya bi makasih ya,udah enakan nih bi badan aku,nah bibi td nyuci dulu sebelumnya?kl gitu aku deh yang gantian mijitin bibi.."
Bi eneng:"ah ga usah den makasih,nanti apa kata ibu,nanti bibi mijit sendiri aja di kamar,biasanya juga gitu den.."
Aku:"yah makanya ibu jangan tau,lagian kalo tau juga ga apa,namanya orang capek,dipijet wajarkan..tapi bibi buka baju juga ya,biar aku pijet pake minyak ramuan bibi tadi?"
Bi eneng:"ah si aden,malu bibi den...."
Aku:"lah tadi bibi bisa mijetin aku kayak gitu,aku ga malu,ayo dilepas kaos ama kain bawahannya.."
Dengan wajah memerah karena malu bi eneng membuka kaos dan kain yang melilit tubuh bagian bawahnya.Kemolekan tubuh bi eneng terlihat indah sekali kala itu,apalagi bi eneng tidak menggunakan bh,melainkan kain popok yang dililitkan di dadanya.Katanya kalo pake bh suka sakit kecentet putingnya.
Dengan masih menggunakan kain didadanya dan celana dalam,bi eneng kupakasa tidur tengkurap,lalu kuminta membuka ikatan kain didadanya dengan alasan menghalangi saat memijit..
Aku:."bi aku izin ke pantat ya?aku ini ngikutin cara bibi tadi loh..."
Bi eneng:"ah jangan den,jijik,jorok."
Aku:"tadi bibi mau,terus kenapa aku haru jijik,yah anggap aja aku balas budi,bibi dah mandiin aku dari kecil,nyebokin,sampe tadi mijitin aku kayak tadi.."
Bi eneng pung menganggukan kepalanya dengan ekspresi kebingungan.Tak perduli hal itu,aku membuka celana dalam bi eneng kemudian mulai membaluri pantat bahenol bi eneng.Aku membayangkan pantatnya yang empuk ini sebagai bantalan empuk saat aku menggoes bibi ala doggy style...hmmm.
Selanjutnya aku beralih ke anus bi eneng,kuoleskan dengan telunjuk minyak itu tepat di lubangnya.Awalnya aku jijik sekali,bahkan cenderung mau muntah,tapi apa dikata,praktek pornstar yang kutonton sering sekali seperti itu dan aku penasaran.Aroma dari minyak anus bibi seakan membiusku.Menjijikan memang,tapi bagi kalian yang telah mencobanya pasti kenikmatan.Lalu stelah licin,aku mulai mencolok lubang anus bi eneng.
8i eneng:"jangan den,tadi bibi ga gitu,jorok ih..."
Aku:"ga apa bi,ini namanya improvisasi,udah bibi nikmatin aja.."
Bi eneng:"jangan ah den.."
Aku:"ya udah kita sambil ngbrol aja ya?bibi sendiri kok bisa nikah pas seumuran saya?"
Bi eneng"ya abis dipaksa orang tua den,kita mah nurut aja.."
Aku"lah emang bibi ga bingung pas pertama kali haru ngelayani suami?"
Bi eneng:"ah si aden nanya nya...yah bingung juga sih den,tapi masa kita kalah ma kambing,mereka aja bisa kecil kecil kan den...yah pake gaya kambing aja pertama mah den hihihihi..."
Aku"wah gimana tuh gaya kambing bi?"
si bi eneng pun memperagakannya,dengan posisi nungging (terlihat lubang anusnya mekar,apalagi tadi kucolok dengan telunjuk ku)dan si lelaki menusukan penisnya ke vagina perempuan,sambil menaiki separuh pantat perempuannya bak naik motor.Seperti itu bi eneng menjelaskan
Aku:"ah itu namanya doggy style bi.."
Bi eneng:"apa itu doggy style den?ari bibi mah tara ngarti anu kitu den.."
Aku:"ya kayak bibi peragain tadi,yah kalo bahasa indonesianya gaya anjing bi,..bedanya lelakinya cuma diri dibelakang,ga naekin perempuannya..nih kayak gini bi.."
Memanfaatkan keadaan yang ada,dimana si bibi yang lugu sedang asyik membicarakan macam macam gaya sex,aku pun memulai pergerakan ku.
Aku:"ayo coba bibi nungging lagi.."
Bibi:"gini den?"
Aku:"bener...nah lelakinya diri di belakang pantat perempuannya bi,kayak gini(tanpa bibi sadari aku yang telanjang,telah menempel ke pantatnya)"
Bi eneng"ah ini mah ga jadi mijet bibi..tapi dilanjut aja ceritanya den,bibi mau tau macem macem gaya onggeng onggengan den hihihi,siapa nanti bibi punya suami jadi bisa muasin dia den..ari si aden tau dari mana?kan si aden mah masih SMA kelas 1?"
Aku:"ya aku ada filmnya..dilanjut ya bi...nah kalo dah berdiri dibelakang gini,dimasukin deh burung lelakinya kayak gini.."
Bi eneng"eh jangan ampe masuk den,pura pura aja,nanti ibu marah kalo tau"
Aku:"ah ibu kan di jakarta bi,tapi iya deh pura pura aja dulu.."
Bi eneng:"sok dilanjut den,gaya apa lagi?"
Aku:"nah gaya doggy style ini bisa juga bi di improvisasi..caranya,masukin burungnya buka ke memek bi tapi ke pantat..itu di bule lagi nge trend bi..."
Bi eneng:"ah aneh den,lagian pasti nyeri.."
Aku:"ngga bi asal dilonggarin dulu kayak tadi,dicolok pake jari bi.."
Bi eneng:"oh kayak tadi den?duh kumaha nya den,bibi penasaran rasanya gimana..abis suami bibi dulu begitu begitu aja den,mana udag tua jadi ga lama den,paling lama 5 menit udah tidur den.."
Aku"bener nih bi mau cobain yang kayak gitu?boleh?"
Bi eneng:"tapi aden ga jijik?yah bibi boleh aja asal jangan di memek ya den,takut keterusan den,lagian bibi penasaran den,
Aku:"ga jijik,ya udah di situ aja ya bi,saya mulai ya?
Bi eneng:"sok den.."
Aku :"bibi inget ya,jadi nanti bisa dipraktekin ama suami baru bibi nanti,pertama dijilatin dulu bi kayak gini.."
Bi eneng:"jangan den jorok.."
Aku:"udah diem perhatiin aja,diinget ya....sluurrp..hmm,enak juga bi,masih kenceng,kalo yang film aku,punya bulenya dah longgar.."
Bi eneng:"o gitu den?kalo bibi blm digituin den,mungkin masih kenceng jadinya,emang rasanya gimana den..?"
aku mencolokan telunjuku ke anus nya,kemudian menyodorkan telunjuk ku ke mulut bibi.."
Bi eneng"ah ga ada rasa den,cuma minyak kitu..."
Aku:"yah kalo punya sendiri mana kerasa,nah sekarang aku masukin ya,tapi ini dijilatin dulu bi burung aku supaya ga sakit nanti masuknya bi"
Bi eneng pun menilati penis ku bak profesional,maklum sudah berpengalaman.Setelah cukup basah dan tegang,bi eneng kusuruh nungging lagi,kemudian dengan perlahan kutusuk anus bi eneng.
Bi eneng:"aaauuuu.....sakit den,ampun,atos keluarkeun den..."
Aku:"ah pamali bi,dah masuk dikeluarin lagi,"
aku pun mulai menusuk semakin dalam dan teriakan dan tangis bi eneng semakin keras.Namun aku tak pedulikan itu,bahkan menambah kenikmatan sperti menonton film jepang..
Aku:"nah kalo udah agak lama mulai kerasa kan bi?"
Bi eneng:"iya den awalnya sakit banget den,bibi ga kuat,tapi sekarang mah agak sakit tapi enak den..ahhh kayak geli perut den...ahhh terus den yang kenceng...ahhhhh..."
Goyangan ku pun semakin kencang,sesekali kutepukan tanganku di pantat bi eneng yang bahenol.Kemudian denyutan penis ku semakin keras,dan crootsss!sperma ku menyembur di dalam anus bi eneng.Dan tanpa kusadari rupanya dari tadi bi eneng mengusap kencang vaginanya sehingga ia pun ikut orgasme.Tampak cairan putin keluar dari vagina bie eneng yang gundul berwarna coklat,serta sperma ku dari lubang anusnya yang berwana coklat kehitaman.Seakan lupa siap bi eneng,ku balikan tubuh bi eneng,lalu kutuban,sehingga posisi kami bak roti lapis.Lalu kukecup bibirnya sembari mengeyot ludah bie eneng..
Bi eneng:"aden bener mau ama bi?"
Aku:"mau bi"
Bi eneng:."tapi sekali aja ya den,bibi juga dah ga kuat.Terahir bibi begini 7 tahun yang lalu den."
Aku:"pantes cepet keluarnya.."
Bi eneng:"terima kasih ya den"
Aku:"iya sama sama bi,dilanjut ya?"
bi eneng pun menjawabnya dengan membuka selangkangannya lebar lebar.
tanpa banyak basa basi kutancapkan penis ke vagina bi eneng.Terasa sedikit longgar memang,maklum bi eneng sudah punya 5 anak.Namun begitu,rasa hangat vagina bi eneng cukup mengobatinya,tak hanya itu sedotan vagina bi eneng pun tersa menarik narik uterus ku.waw.
Aku:"aaaahhh,ennnak banget bhi..licin jadi ga sakit.."
Bi eneng":eehhmmm,iyah edden,tenaga aden juuuuga hebbbat.."
Sembari menggenjot seperti tukang becak,ku sibuk melumat bibirnya,tak lupa memeras meras payudara bi eneng,yang semakin lama semakin kencang dan tegang di bagian putingnya yang berwana coklat kehitaman.Sungguh aneh bin ajaib,cairan hangat terasa menyembur di dalam vagina bi eneng,ternya bi eneng orgasme.Wah aku merasa bangga sekali dimana perempuan kalah dan aku pemenangnya yang masih tahan lama.Imaginasi semakin melayang,kutarik penisku dan kusodok paksa penisku ke mulut bi eneng,tampak bi eneng meronta,tapi kutak peduli,kusodok sedalam mungkin sampai terasa tenggorokan bi eneng.Suhu panas mulut bi eneng membuat penis tak kuasa menahan orgasme yang melanda,crooots,semburan sperma ku memenuhi mulut bi eneng,walaupun sudah orgasme,penis ku tak cabut dari mulut bi eneng,bahkan kudorong terus dengan maksud mendorong sperma agar tertelan.hmmm..
Aku:"ahh nikmat bi,itu sperma ku obat awet muda loh bi..."
Bi eneng:"hhmm..agak eneg ya den,tapi bibi suka,bibi sedot ya den..?"
aku sedikit berteriak lantaran bi eneng menyedotnya dengan keras,dan digigit.Rasanya uterus ku ikut tertarik angin keluar...
Setelah adegan itu selesai.kami melanjutkannya dengan mandi bersama di bathub orang tuaku.Kulanjutkan agresi ku ke vagina dan anus bi eneng,bahkan aku mencoba jurus enema dengan air hangat yang membuat bi eneng merem melek...hmmm...
Imah, Disodomi Dengan Brutal
Cerita Seks Dewas - Sodomi Brutal Imah Gadis Berjilbab - Topik Terbaru Walaupun dengan susah payah akhirnya kontol ku masuk amblas ke dalam memek Imah. Gadis lugu berjilbab itu menjerit kesakitan. Kurasakan kontol ku hangat dan serasa ada yang memijat-mijat. Aku mulai mengerakkan kontolku maju mundur. Tanganku memegang pundak gadis berjilbab itu sedangkan mulut ku..
Perkenalkan, namaku Adi. Aku seorang mahasiswa disebuah perguruan negeri di kota Purwokerto. Aku punya kenalan yang alim, cantik dan lugu. namanya Imah. setiap hari selasa dan sabtu , kami selalu bertemu. Karena kami ikut kursus malam bahasa inggris di sebuah tempat kursus bahasa asing yang cukup terkemuka. Di tempat kursus itu pula kami pertama kali bertemu.
Sekedar informasi, Imah adalah seorang mahasiswa tingkat pertama di sebuah perguruan tinggi islam swasta di kota ini. Imah yang selalu memakai jilbab lebar mempunyai wajah yang putih dan cantik lagi imut, membuat setiap orang tak bosan-bosan memandangnya. Apalagi senyuman lugunya yang manis, membuat semua pria tahu kalau gadis ini sangatlah polos dan benar-benar lugu. Dengan tinggi 167 cm dan berat 50 kg, kulitnya yang putih bersih selalu tertutup dengan busana muslimah yang longgar, dan jilbab yang lebar pula.
Meskipun lugu Imah sangat menggairahkan. Yang paling menonjol dari gadis alim yang lugu ini ialah pantatnya yang besar dan padat. Sekal sekali. Agak kontras dengan bentuk tubuhnya yang langsing. Roknya yang longgar dan memanjang sampai kemata kaki, tak bisa menyembunyikan lekuk buah pantatnya yang bergoyang naik-turun dan kekanan-kiri ketika berjalan. Didukung payudaranya yang cukup besar untuk ukuran seusianya, yang biarpun sudah ditutupi dengan baju longgar dan jilbab lebar, namun masih terlihat menonjol menggairahkan, seperti pasrah untuk diremas oleh para lelaki. Ukuran branya mungkin sekitar 34b.
Hari ini Imah terlihat sangat cantik dengan jilbab dan baju warna pink dan rok hitam panjang. Ketika melintas di depanku setelah selesai kursus, mataku segera tertuju ke bagian dada Imah, yang walaupun tertutup jilbabnya namun dari samping terlihat menonjol dan montok. Tanpa sadar gairahku naik melihat tubuh Imah. Entah darimana, timbul niat untuk memperkosa Imah.
Setelah pulang kursus pada malam harinya, kucoba untuk mengajaknya pergi makan ke warung seberang jalan. Pertama tama dia menolaknya, namun akhirnya dengan agak memaksa, aku mendapatkan persetujuannya. Saat kami berada didalam warung, hujan turun dengan lebatnya. Dengan gelisah Imah menunggu hujan reda di dalam warung. Aku justru berdoa agar hujan reda ketika malam sudah agk larut, agar Imah mau kuantarkan, karena sudah tidak ada angkot lagi. Ternyata benar. hujan baru reda pukul 21.25. kami keluar dari warung bersamaan dengan tutupnya warung itu. segera kutawarkan untuk mengantarkan Imah pulang, dengan alasan tidak ada angkot. Pertama-tama Imah menolak, karena tidak mau berboncengan dengan pria yang bukan saudaranya, dan memilih jalan kaki walalupun jauh .namun dengan seribu satu alasan dan ancaman kalau nanti dijalan ada yang menodongnya dan lain-lain, akhirnya Imah dengan sedikit berat mau menerima ajakanku.
Saat mengantarkan Imah pulang, aku berbohong dnegan mengatakan motor Tigerku ngadat dan aku pura-pura memperbaikinya sambil mengulur-ulur waktu. Gadis lugu berjilbab itu hanya bisa gelisah menunggu. Pukul 23.05, aku pura-pura telah berhasil memperbaiki tigerku. Segera aku membawa Imah yang sudah benar-benar geliash pergi. Otakku sudah mulai membayangkan kenikmatan tubuh gadis berjilbab yang semok dan menggairahkan itu. tiba-tiba hujan kembali turun, dan dengan berbohong tidak membawa mantel hujan, aku ngebut dan membawa Imah ke rumah yang kukontrak sendirian yang “kebetulan” sudah dekat.
Setelah sampai dirumahku, segera Imah kupersilahkan masuk. Rumahku yang termasuk terpencil dan jauh dari tetangga lainnya membuatku leluasa untuk menggarap Imah, pikirku. Awalnya gadis manis berjilbab itu segan dan sedikit curiga, namun karena rumahku tidak memiliki teras dan hujan semakin deras turun, terpaksa ia masuk kerumahku. Setelah kami berada didalam, segera kukunci pintu dan kudorong gadis berjilbab itu jatuh. Dengan birahi yang menggebu aku tindih dia dari belakang sambil ku tarik kedua lengannya ke belakang.
“jangan………apa yang kamu lakukan Di….”. kata Imah panik.
“tenang aja Mah, kamu bakalan enak kok….” balas ku.
Imah meronta,tapi apa daya seorang perempuan akhirnya setelah meronta selama sekitar 15 menit dia akhirnya lemas juga. Aku gosokkan kontol ku ke pantatnya yg besar, yang saat itu dibungkus rok hitam panjang dengan bahat lembut. Sambil ku remas-remas bongkahan pantatnya yang padat berisi. Wah, nikmat……..
“pantat loe kualitas nomer satu Mah…..ouuhh….semok banget!!”.
“ooohh.., ohhhh… janggaaaaannn…. jangan Di……aku teman kamu sendiri….”rintih gadis alim yang lugu itu sambil menahan tangis.
Namun aku nggak peduli. aku balik tubuh semoknya. aku robek kemeja longgarnya sampai kancingnya berhamburan lepas, dan jilbabnya kusampirkan kepundak, sehingga kulit payudaranya yang putih ranum terlihat. Kuremas-remas dengan kasar susu nya yang masih terbungkus bra pink yang dikenakannya. Gadis berjilbab itu hanya bisa meronta tanpa daya sambil merintih-rintih dan mulai menangis. Tapi aku tak peduli. Justru tangisannya membuatku semakin bernafsu.
Kutarik bra nya. Payudaranya bergoncang naik turun karena kutarik bra nya dengan paksa.aku tertegun melihat payudara gadis alim itu yg besar tapi kencang dan kenyal. Kulit payudaranya putih bersih, ditumbuhi bulu-bulu halus di sekitar wilayah dadanya. Urat-urat berwarna kehijauan melintang di buah dadanya. segera kujilat dan kusedot sedot, sambil sesekali aku gigit-gigit gumpalan daging di dadanya itu. terdengar rintihan gadis alim berjilbab itu semakin keras, dan mulai dibarengi dengan desahan-desahan erotis. Nampaknya gadis alim ini mulai terangsang.
Wah asyik dan nikmat, sementara tanganku yg satunya memilin-milin puting susu Imah yang coklat kemerahan dan mulai mengeras. gadis lugu berjilbab itu ternyata benar mulai terangsang. Kutekan kedua susu nya sampai tergencet, sehingga melebar ke samping. Ku tampar-tampar kedua gunung kembarnya sampai memerah. Imah pasti merasakan panas pada kedua payudaranya saat ini.
“Aauhhh… auhh… ihhhh… ooohhhh……. ahhhhh” rintih Imah menahan geli dan nyeri pada kedua payudaranya. Kujepit puting susu sebelah kanan nya dengan kedua jariku. Kemudian kuplintir-plintir sambil kutarik-tarik keatas. Sambil kuhisap sekuat-sekuat nya, hingga putting susu gadis lugu yang alim itu mengeluarkan sedikit cairan putih yang lengket.
“ouuhh……. sakiiitt…… ampuunn……. Di…………iii……peerriiihh….” erang Imah.
Kemudian kutarik lepas rok longgarnya, ku tarik CD nya ke bawah, dan langsung ku kucek-kucek memeknya yang sudah mulai basah.
“ohhhh…. jangan Di…….kumohoooonnn…….ouuuhhhh…… .”.tubuh Imah menggelinjang hebat. Gadis alim berjilbab itu merasakan ngilu yang sangat di memeknya, namun juga disertai perasaan nikmat yang hebat. Agak lama aku mengucek-kucek memek Imah, dan akhirnya…
“Aaaaaakkkhhhhhhh……. Aihhh!!……aaiiiihh!!!……..ukhhhh ………” gadis lugu yang alim itu mengerang keras. tubuh Imah menggelinjang hebat. Punggungnya melengkung keatas. Puting susunya mengeras dan terlihat berkedut-kedut. Bersamaan dengan semua itu, cairan memeknya meluber keluar, sampai membasahi karpet di ruang tamuku. Orgasme itu nampaknya orgasme pertamanya, terlihat dari matanya yang melotot kearahku. Tatapan mata benci, namun juga terkejut dan kebingungan atas kenikmatan yang ia dapat. Setelah sekitar 1 menit tubuhnya terguncang-guncang tak terkendali oleh orgasme pertamanya, akhirnya tubuhnya melemas dan terkulai di karpetku. Tatapan matanya nanar ke langi-langit, bingung dengan yang terjadi.
Tanpa memberinya kesempatan beristirahat, Aku segera melepas Cdku. Mendekat ke wajahnya yang sayu, dan menyodorkan kontolku kedepan wajahnya. Melihat keterkejutannya, tampaknya ini pertama kali ia melihat kontol secara langsung. Kujepit klitorisnya dengan kedua jariku, kutarik dan kuperkeras jepitanku.
“aahhh..eeghhhh……….eeghhhhh….s akkkiittt…….Dii….sakk…..kitttt ……”. Imah yang masih lemas terus menggeliat mencoba melepaskan jariku.
“jilat kemudian sedot kontol gue,klo nggak gue tarik sampai lepas klitoris loe!!!!”.
Gadis berjilbab itu ketakukan, dengan terpaksa ia mulai menjilati kontolku, kemudian mulai mengulumnya.
“Waaaoooo ….. Imah mengulum kontol ku. Wah… nikmat sekali …..”.
Aku jejal kan kontol ini kemulutnya sampai masuk ke tenggorokannya, hingga ia kehabisan nafas aku tarik kontol ku dari mulutnya. Gadis alim itu terbatuk-batuk. Cairan ludahnya bercampur dengan cairan tenggorokan keluar banyak sekali, meluber membasahi mulut, dagu, pipi, bahkan sampai membasahi jilbab pink-nya. Pemandangan itu membuatku semakin bernafsu. Aku lepas cd nya yang sudah melorot sampai lutut, kemudian ku elus-elus pahanya yang putih bersih dengan bulu-bulu halus. Aku angkat paha gadis alim itu dan melebarkannya. Imah yang sudah sangat lemas karena orgasme pertamanya yang dahsyat tidak mampu banyak melawan.
Kepala ku menunduk memperhatikan memek Imah yang sudah becek, yang ditumbuhi bulu-bulu tipis. Kepala ku bergerak dan mulut ku mulai menjilati memek gadis berjilbab itu yang gemuk dan lipatan daging memeknya yang kemerahan. cairan cintanya yang gurih ikut terjilat, namun itu malah semakin membangkitkan nafsuku. Imah kembali terengah-engah merasakan kemaluannya ada yang menjilati. Hanya suara erangan gadis lugu berjilbab itu saja yang terdengar.
Sementara mulut ku menjilati memek Imah, tangan ku bergerak ke atas dan memijat-mijat payudara Imah serta mempermainkan putting susu gadis alim berjilbab itu.. Imah menggeliat antara sakit, geli dan takut. Kubuka bibir memek Imah, kemudian kumasukan jari telunjukku ke dalam liang kemaluannya. ku masuk keluarkan dengan cepat. Kukorek-korek lobang memeknya sampai lubangnya mulai terbuka agak lebar. Memek gadis berjilbab itu semakin basah akibat rangsanganku. Tiba-tiba Imah kembali menegang dan mengangkat pinggulnya dan melemah. Rupanya Gadis alim itu kembali orgasme. Dari memek Imah kembali menyembur keluar cairan memeknya yang bening dan lengket.
Ketika melihat bibir memek gadis berjilbab itu telah sangat basah, cepat-cepat Aku arahkan kontol ku yang sudah menegang dan mendekatkannya ke liang memek Imah. Langsung saja kutempelkan kepala kontolku di depan lobang memeknya, kemudian dengan sekuat tenaga ku dorong kontolku. Aku masukkan kontol ini ke memek gadis berjilbab itu, masih sulit maklum, gadis alim yang manis itu masih perawan jadinya lobang memeknya masih sangat kecil. Sambil memegangi pinggul gadis alim yang berkulit putih bersih itu, Aku menggerakkan pinggulku, dan “hup………….ooohhh”.
Walaupun dengan susah payah akhirnya kontol ku masuk amblas ke dalam memek Imah. Gadis lugu berjilbab itu menjerit kesakitan. Kurasakan kontol ku hangat dan serasa ada yang memijat-mijat. Aku mulai mengerakkan kontolku maju mundur. Tanganku memegang pundak gadis berjilbab itu sedangkan mulut ku menciumi putting susu Imah yang masih mengeluarkan cairan keputihan seperti susu itu.
Imah mengerang dan mendesah-desah sambil terus terisak. Peluhnya yang membanjir membasahi jilbab yang masih membungkus kepalanya. Wajahnya yang sayu, terlihat pasrah dan ayu dengan jilbab yang berantakan memberi kesan erotis, membuat ku semakin bergairah . Aku goyangkan kontol ku naik turun. Kutekuk kedua kakinya keatas, sehingga kedua paha gadis alim berjilbab yang putih mulus itu menyentuh payudaranya. Kupompa memek gadis alim itu naik-turun, sampai keluar darah perawannya yang mengalir membasahi bibir memek dan turun ke anus Imah ke belahan pantatnya.
“ohh ohhhh …. ohh… aakhh….. aahhh” Imah mengerang-erang kesakitan.
“Sakittt Di…… aaaakhh…. a..ku mo..hon..hen..ti…kan….. Di….” Imah terus memohon. Terdengar suaranya yang terpotong-potong karena genjotan kerasku. tapi aku tak peduli. aku terus mengebor lobang kemaluannya sambil kukulum dan kuhisap mulutnya yang mungil. air liur mengalir membasahi bibir, hidung, pipi, dan membasahi jilbabnya. kujilat dan kuhisap air liur gadis alim yang sedang kuperkosa itu dan kuteguk dengan nikmat.
Dan kuganti permainan ku. Kubalikkan tubuh gadis lugu alim yang sudah lemas dan pasrah itu. Kuposisikan tubuh telanjang Imah yang tinggal memakai jilbab itu seperti Anjing. Dari arah belakang kembali Kuhujamkan kontolku ke liang memek Imah. “hebat Mah….oooh….. memek loe rapet banget, sayaaanghhhh….”.Gerakan ku semakin cepat. Kedua tangan ku semakin kasar meremas-remas susu gadis itu.
Imah semakin mengerang-ngerang kesakitan. Tapi Aku tak peduli. Terus saja Aku maju mundurkan pinggul gadis alim yang benar-benar putih itu dengan cepat sambil menampar-nampar bongkahan pantatnya yang padat dan kenyal dengan keras. Sehingga bekas tamparanku mengecap merah membentuk telapak tangan di kulit pantat gadis alim yang putih mulus itu.
“aahhakhh……aahhkkk…. peee.. eerrii.. ii.. hhhh……. Diii…. iii…. aku ngga… taa.. haannn..”.
“Iiimm…mmaaa…hhhhh….loee…emang pantas….. jadi aan.. jii.. i. ng… oohh…. gila… enaknya.”.
“aaakkkhhh…. hhh……akhh…….. ohh…. ohh…… ouhhh” Imah terus merintih kesakitan.
Aku semakin bersemangat. Sampai akhirnya tubuh ku mengejang dan akhirnya pejuku menyembur ke dalam rahim gadis alim itu, memenuhi lobang memeknya.
“Ohhh….nikmattt………… …….gue masukin peju gue ke lobang loe…Mahhhh……” .
Setelah diam beberapa saat membiarkan kontol ku tertanam di lubang memek Imah. Sambil menikmati jepitan memek gadis alim yang otot memeknya berdenyut-denyut. Aku lepaskan kontol ku dan membalikkan tubuh Imah serta mengangkat kepala gadis itu yang masih terbungkus jilbab serta memaksa Imah menjilati kontol ku yang masih basah oleh sperma dan darah.
Setelah kontolku bersih aku tergeletak disamping Imah sambil membelai kepalanya yang masih terbungkus jilbab. Wajahnya terlihat pucat merasakan sakit pada selangkangan nya.
Aku bergegas ke kamar mandi. Aku mandi dan setelah itu aku kembali keranjang aku pandangi tubuh Imah yang dalam posisi menyamping tergolek lemah tak berdaya sambil kedua tangan memegangi selangkangannya. Tubuhnya sudah benang selembarpun, namun kepalanya masih terbungkus jilbablebarnya yang tersampir kepundak. Isak tangisnya masih terdengar, walaupun tidak sekeras tadi. Matanya yang sayu memandang nanar.
Melihat pemandangan itu tiba tiba kontol ku bereaksi lagi. setelah melihat pantat putihnya yang mulus dan padat berisi, aku langsung menindihi nya dan menciumi bibir nya dengan ganas beda dengan tadi sekarang Imah tampak pasrah menerima perlakuanku. Aku remas-remas dan kutarik-tarik susunya aku keluarkan kontolku lalu aku jejelin ke mulutnya. Gadis alim yang lugu itu kupaksa mengulum kontolku oohhh… ohhh… aku merintih keenakan merasakan surga dunia.
Kemudian kuletakkan kontolku tepat diantara kedua payudara Imah, kutekan kuat-kuat kedua susu gadis berjilbab lebar itu hingga menjepit erat kontol ku. Langsung kugerakkan kontolku maju mundur.
“uuu…. uuhhhhh…………toket loe empuk Mah………kenyal banget”.
“eeeghhh…….. ehh……. ehh……. ouuu.. hh…..”. Imah meringis kesakitan sambil kedua tangan nya berusaha melepas cengkraman tanganku pada kedua susu nya.
Kupercepat irama gerakan kontolku. Urat-urat payudara Imah terlihat sangat jelas, seperti mau keluar dari kulit payudara nya yang montok itu..
Setelah itu aku balik tubuhnya sekarang Imah dalam keadaan tengkurap, aku ciumi bongkahan pantatnya sambil ku jilat-jilat. Aku masukkan kontol ku kelubang anusnya.
“errgghhh…… oouhh… jangan… Di… aku mohon jangan disitu!!! sakiitttt……. Dii…” gadis manis alim itu terus memohon.
Perlahan kutekan kepala Imah hingga turun menyentuh lantai. Sepasang tanganku menarik pantatnya ke atas hingga gadis alim itu menungging. Melihat posisi gadis berjilbab itu yang sangat menggairahkan, aku semakin kesetanan. Imah sangat ketakutan. Aku terus mengerjai pantat gadis alim itu yang sangat putih dan montok. Sulit sekali aku buka belahan pantatnya, kemudian kujilati dubur Imah sambil kumasukan jari tengah ku ke dalam lubang anus gadis lugu yang alim itu. Ujung jariku mulai kudorong masuk ke anusnya, sakit yang amat sangat menyengat Imah.
Perlahan, aku mulai memutar-mutar jariku membuat liang anus gadis alim itu membuka menyakitkan. Aku terus mendorong dan memutar hingga akhirnya seluruh jari tengah ku masuk ke dalam anus Imah dan mulai bergerak keluar masuk. Tangan Imah meremas tempat tidur di bawahnya dengan gigi yang gemeretak, berusaha menahan sakit yang amat sangat. Aku masuk-keluarkan jariku dengan cepat, gadis berjilbab itu menggelinjang kesakitan.
“ooooohhhhhhhhh…… akhhhhhh…”Imah menjerit “sakittttttttttt……. ampun Dii…… akhhhh… ouuhh……. “.
“Yes, ini bener-bener hari keberuntungan gue, gue udah lama pengen ngerasain pantat lo Mah,”.
Gadis manis yang alim itu semakin gemetar ketakutan ketika aku berlutut di belakangnya. Tubuhnya tersentak ketika tangan ku membuka belahan pantatnya dan mulai merabainya lagi.
“aku mohon, aku mohon……jangan lakukan, aku nggak tahan sakitnya Diii……kamu sudah masukin punya mu di mulut ku dan memek ku, apakah itu ngga cukup buat kamu dii…aahhh…. argghhh…” Imah terus memohon.
Setelah lubang duburnya agak terbuka, aku masukan lagi jari telunjukku. Dengan kecepatan tinggi ku masuk-keluarkan kedua jariku didalam lubang dubur Imah. Gadis mains berjilbab itu terus meronta, sambil megap-megap menahan nafas karena kesakitan. Setelah kurasa lubang duburnya terbuka cukup lebar, kucabut kedua jariku yang berlumur darah anusnya. kemudian kumasukkan kedua jariku itu kedalam mulut Imah, kuoleskan ke lidahnya sampai kedua jariku bersih.
Kuarahkan kontolku yang menegang keras ke lobang dubur Imah yang memerah dan berkerut. Kucengkeram kepalanya yang tertutup jilbab dan kutarik dengan kencang.
“Aaakkkhhhh.. hh…… akhhhhh… ooooohhhhh….. sakiiiiiitttttttt…… Diiii”.
Rasa sakit langsung menyengat pantat Imah, ia berusaha merangkak ke depan, tapi tanganku yang di kepalanya membuatnya harus diam tak bergerak, punggung gadis alim itu melengkung menahan sakit. Pantatnya terangkat ke atas. Tangan ku di perut Imah memeganginya dan menariknya agar punggung gadis manis berjhilbab itu lurus kembali. Imah terengah-engah, Meluruskan punggungnya, dipegangi oleh tanganku, tak berdaya menunggu rasa sakit selanjutnya.
Imah menjerit dengan keras sekali ketika aku berhasil memasukkan sebagian kontolku ke dalam duburnya.Imah merasakan lubang anusnya membesar diterobos oleh kontol ku, sedangkan aku merasakan rasa panas di kepala hingga batang kontolku ketika hampir seluruhnya telah masuk ke dalam anus gadis alim yang lugu itu.
“Jangan, jangan….. Diiii…. aku mohon, sakit sekali, sakit, berhenti…. Sakiiitt…Diii……aku ngga ku…. aatttt….. aaaarrgghh….” Imah menjerit-jerit.
“Oke, sayang, gue udah masuk semua dan gue akan segera mulai pake pantat lo”.
Aku tak peduli aku paksa dan akhirnya masuk seluruhnya, kudiamkan sejenak sambil kupandangi batang kontolku yang tertanam di belahan pantat Imah.Aku goyangkan pantat putih gadis lugu yang alim itu kekanan kiri naik turun wah rasanya nikmat. Kemudian ku maju mundurkan pinggulnya, sambil kukeluar-masukkan batang kontolku dalam lobang duburnya yang sangat sempit dan kering.
“ooohhh………..oohhh…gilaa…..dubu r loe Mah……lebih sempit dari dubur ayam”.
Lubang anusnya tampak masih seret tapi itu menambah nikmat aku naik turun kan pinggangku sambil ku cengkeram pinggulnya. Gadis alim itu menarik nafas dalam-dalam, berusaha menahan sakit semampunya, tangannya mencengkeram kepalanya sendiri dan menariknya hingga menempel di atas kasur. Imah yang cantik sekarang menungging, kepala menempel di atas kasur, pantatnya di atas dengan sebuah kontol masuk di dalam anusnya. Imah merasa dirinya seperti penuh, seakan-akan dirinya ingin buang air. Gadis alim itu tidak percaya akan apa yang terjadi pada dirinya. Usahanya untuk menutupi keindahan tubuhnya dengan jilbab lebar dan pakaian longgar gagal, dan malah sekarang ia diperkosa secara brutal oleh temannya sendiri. Air matanya membanjir membasahi karpet. Air mata kemarahan, kesedihan dan kesakitan jadi satu.
“hheeeghhhhh …. ooohhh….. oooooohhhh.” kepala Imah menengadah keatas, bibirnya membentuk huruf O. membisu, karena suaranya tertahan di tenggorokannya.Kuangkat lagi ketika pinggul gadis berjilbab itu mulai turun, sehingga sekarang Imah dalam keadaan menungging dengan kokoh. Kusodok-sodok pantatnya sambil kuremas-remas susu gadis alim itu yang sangat putih dan mulus. Darah menyelimuti kontolku ketika kutarik keluar. Di iringi erangan suara Imah. Cairan anus Imah mengalir keluar bercampur darah turun ke memeknya, kemudian mengalir terus ke paha Imah yang putih mulus.
Anus Imah sangat sempit dan panas. Aku sangat menikmati jepitan anus gadis alim itu di kontolku, menikmati pijatan di kontolku. Kontol ku sebenarnya juga merasa sakit karena saking sempitnya anus Imah, tapi tanpa peduli aku kembali mulai bergerak keluar masuk. Kulihat liang anus Imah yang kupaksa kontolku masuk hingga pangkalnya, dan ketika kutarik kontol ku, Aku menikmati sekali otot-otot anus itu berdenyut memijati batang kontol ku, Sampai tinggal kepala kontol ku yang masih tertinggal di anus Imah, Kemudian kudorong lagi kontol ku masuk. Sakit semakin menjadi-jadi menyerang pantat hingga seluruh tubuh gadis lugu yang alim itu.
Setelah kurang lebih 15 menit aku menyodomi Imah, aku merasakan peju ku mau keluar. Kucengkeram leher dan kepalanya yang masih terbungkus jilbab dan menariknya kebelakang sehingga wajahnya menatapku dengan mulut menganga ke atas. Sementara tangan kiriku menekan pantatnya, kudorong kontolku sampai sedalam-dalamnya ke dalam lubang dubur Imah. Akhirnya peju ku menyembur di dalam anus gadis alim yang montok itu. Ketika cairan panas terasa mengalir masuk di anus Imah. Ia menjerit dan menjerit tanpa daya ketika sperma ku membuat anusnya semakin perih.
“Aaaaaahhhhhh…………. oouhhh…. sssshhhh…gilaaa… aaa…Maahhhh….. dubur loe gue masukin peju gue……”.
Di pantat Imah kontol ku mulai kutarik keluar perlahan. Ketika sampai dikepala kontol, aku berhenti sejenak, Dan kemudian perlahan kembali kutarik hingga terlepas seluruhnya dari jepitan anus Imah. “Uugghhhh,” gadis berjilbab itu mengerang ketika kontol ku terlepas dari jepitan anusnya. Cairan mengalir keluar dari anusnya.
Imah melihat ke belakang dan melihat di antara kedua kakinya menetes sperma kental berwarna putih dengan bercak-bercak merah dan kuning mengumpul di kasur. Tubuh gadis alim yang lugu itu bergetar dan tersungkur lemas.
Kucabut kontolku, sambil rebahan disamping tubuh Imah yang basah oleh keringatnya. Ia pingsan karena kecapaian dan merasakan sakit yang luar biasa pada kedua lobang di selangkangannya.
kejadian malam itu sempat aku abadikan dalam sebuah photo. Aku gunakan agar Imah tidak menceritakan penderitaannya kepada orang lain. Terutama ortunya. Aku rutin menyetubuhi dia, terutama menyodominya. Minimal seminggu dua sekali. Entah sudah seberapa lebar lobang anusnya sekarang. Ternyata lama kelamaan dia bisa menikmatinya, dan setiap aku menyodominya, dia juga ikut orgasme. Tentu saja itu semua tidak ia kehendaki, karena ia malu, sebagai wanita yang memakai jilbab, kenapa bisa orgasme karena sodomi.
Langganan:
Postingan (Atom)







